BERTUAHPOS.COM — Kawasan wisata Tangkuban Perahu merupakan salah satu destinasi ikonik di Jawa Barat yang menawarkan kemegahan kawah vulkanik aktif dan udara pegunungan yang sangat sejuk.
Wisata ini berada di perbatasan Bandung dan Subang dan menjadi pilihan favorit keluarga apalagi harga tiket masuknya tidak terlalu mahal.
Kemudian jam buka tempat wisata Tangkuban Perahu ini adalah setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Dilansir dari laman Indonesia Travel, menurut cerita yang beredar di kalangan masyarakat, asal-usul Tangkuban Perahu terkait dengan kisah Sangkuriang yang jatuh cinta kepada Dayang Sumbi, yang sebenarnya adalah ibunya sendiri.
Karena cintanya ditolak, Sangkuriang merasa marah dan menendang perahu besar yang sedang ia buat, sehingga perahu tersebut terbalik dan berubah menjadi gunung.
Secara geologis, gunung Tangkuban Perahu adalah hasil dari sisa-sisa aktivitas vulkanik kuno Gunung Sunda yang pernah meletus ribuan tahun yang lalu.
Nama Tangkuban Perahu sendiri adalah dari bahasa Sunda yang mempunyai arti ‘perahu yang terbalik’, atau sesuai dengan bentuk puncaknya.
Daya tarik utama dari destinasi ini adalah kawah-kawahnya yang menawan, seperti Kawah Ratu yang paling luas dan Kawah Upas. Para pengunjung dapat menikmati pemandangan dinding tebing belerang sambil merasakan udara pegunungan yang sejuk.
Selain menikmati kawah, pengunjung juga dapat merasakan sensasi merebus telur di kolam air panas alami Kawah Domas atau sekadar berjalan santai di jalur hutan. Area ini dilengkapi dengan banyak spot foto yang menawarkan latar belakang pemandangan alam dan kabut putih yang menawan.
Mengambil foto dengan latar belakang Kawah Ratu yang ikonik adalah aktivitas yang tidak boleh dilewatkan saat berada di sini. Menuju ke lokasi ini sangat mudah apalagi area parkirnya juga cukup dekat dengan bibir kawah.
Dikelilingi oleh pepohonan hitam yang eksotis akibat kandungan belerang dan jika beruntung, pengunjung dapat melihat lutung budeng yang sedang berayun di dahan-dahan pohon di sekitarnya.
Setelah puas berfoto, saatnya untuk beristirahat sejenak sambil menikmati secangkir kopi atau teh hangat yang disajikan dengan sepiring gorengan renyah. Suasana pegunungan yang dingin membuat momen santai ini terasa sangat nikmat dan menenangkan.
Di area utama Kawah Ratu, terdapat deretan kedai makanan dan minuman. Di sini, pengunjung dapat menikmati camilan lezat sambil terus memandangi keindahan Gunung Tangkuban Perahu dari ketinggian.
Melepaskan lelah dapat dilakukan dengan berendam di Pemandian Air Panas Ciater, di mana airnya mengalir langsung dari lereng gunung dengan suhu mencapai 42,5 derajat Celcius yang sangat menyegarkan.
Pemandian ini dikenal memiliki khasiat terapi yang baik untuk kesehatan kulit serta meredakan nyeri sendi. Dengan jarak sekitar 7 kilometer dari area pegunungan, tempat ini menjadi pilihan ideal untuk menutup liburan bersama keluarga.
Di sisi utara gunung, Capolaga menawarkan area berkemah yang dikelilingi oleh pemandangan alam hijau yang menyejukkan. Pengunjung dapat menikmati keindahan sungai jernih yang mengalir di antara tiga air terjun yang menawan, yaitu Curug Karembong, Sawer, dan Goa Badak.
Berbagai aktivitas luar ruangan seperti flying fox, trekking, dan terapi air siap menambah keseruan liburan bersama kerabat. Tempat ini sangat cocok bagi keluarga yang ingin merasakan suasana hutan tropis yang masih alami.
Sebelum mencapai gerbang masuk, pengunjung akan melewati hamparan perkebunan teh yang luas dan hijau di Ciater. Aktivitas seperti berjalan kaki santai atau tea walk di pagi hari sangat baik untuk menyegarkan paru-paru.
Warna hijau daun teh yang membentang luas memberikan efek relaksasi bagi mata dan membantu mengurangi stres akibat rutinitas sehari-hari. Jangan lupa untuk berhenti sejenak dan mengabadikan momen di antara pucuk-pucuk teh yang segar dan berkabut.
Harga tiket masuk Tangkuban Perahu berkisar antara Rp25.000 hingga Rp30.000 untuk wisatawan domestik, sedangkan untuk wisatawan mancanegara dikenakan tarif antara Rp200.000 hingga Rp300.000.
Tarif ini berlaku baik pada hari kerja, akhir pekan, maupun hari libur nasional. Selain memperhatikan harga tiket dan jam operasional, pengunjung juga perlu memastikan kondisi rem dan mesin kendaraan dalam keadaan baik sebelum mendaki, mengingat jalur menuju kawah memiliki tanjakan yang cukup terjal.
Selain itu, disarankan untuk membawa jaket atau pakaian hangat karena suhu di puncak Gunung Tangkuban Perahu dapat turun drastis.









