BERTUAHPOS — Riau cukup unggul dari sisi potensi wisata alam yang tidak dimiliki banyak daerah lain, termasuk empat sungai besar yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata air serta Taman Hutan Raya (Tahura) yang berada di tiga kabupaten/kota sekaligus.
Namun, sektor pariwisata di Riau dinilai belum tergarap maksimal meski daerah ini memiliki aset alam yang melimpah dan unik. Pemerintah Provinsi Riau didorong agar lebih serius mengembangkan sektor wisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Padahal kita punya empat sungai besar dan Tahura yang sangat potensial. Ini aset yang tidak semua daerah miliki, tetapi pengembangannya masih belum optimal,” kata Anggota DPRD Provinsi Riau Ayat Cahyadi dalam forum RKPD Riau 2027 di Menara Dang Merdu, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, pada 18 Februari 2025 lalu.
Ia menilai, selama ini perekonomian Riau masih sangat bergantung pada sektor sumber daya alam seperti migas dan perkebunan. Padahal, sektor pariwisata dapat menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan dan berdampak langsung pada masyarakat.
Ayat menegaskan, jika dikelola dengan baik, pariwisata mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar kawasan wisata.
Ia juga meminta pemerintah daerah aktif mengundang investor untuk mengembangkan kawasan wisata berbasis alam, ekowisata, maupun wisata keluarga. Menurutnya, keterlibatan swasta sangat penting untuk mempercepat pembangunan fasilitas dan meningkatkan kualitas layanan wisata.
Selain itu, Ayat mengapresiasi capaian investasi Riau yang saat ini menjadi yang terbesar di Pulau Sumatera. Namun, ia menilai sektor pariwisata belum menjadi prioritas utama dalam arus investasi tersebut.
“Investasi Riau memang terbesar di Sumatera, tetapi sektor pariwisata belum menjadi prioritas. Padahal dampaknya sangat besar terhadap ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Riau memiliki peluang besar untuk mengembangkan wisata berbasis sungai, hutan, serta budaya Melayu yang khas. Jika dikembangkan secara terpadu, sektor ini berpotensi menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurut Ayat, pemerintah perlu menyusun strategi komprehensif yang mencakup promosi, penataan kawasan, hingga pembangunan akses infrastruktur menuju destinasi wisata agar lebih mudah dijangkau.
Ia berharap ke depan sektor pariwisata dapat menjadi salah satu pilar utama ekonomi Riau sehingga daerah tidak lagi terlalu bergantung pada sektor migas dan perkebunan.***









