• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pesan Singkat Pariwisata Songsong “Bali Satu”

Tim Redaksi by Tim Redaksi
15 Mei 2013
pariwisata
103
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Â

BERTUAHPOS.COM – SUATU hari dalam dialog bersama pelaku pariwisata beberapa bulan lalu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta maaf. Ia mengakui, selama menjabat lima tahun dari 2008 hingga 2013 ini, dirinya terlena dengan masalah kemiskinan.

”Maaf, saya kurang memperhatikan pariwisata. Kemiskinan benar-benar menguras perhatian,” kata Pastika saat itu.

Ungkapan tersebut berawal dari curahan hati sejumlah pelaku pariwisata yang merasa kebijakan-kebijakan pemerintah setempat tak berpihak dan sebagian membingungkan. Penyebabnya, koordinasi provinsi dengan kabupaten/kota relatif minim.

Mereka meneriakkan pariwisata di Bali ini bagai harga mati. Pariwisata begitu mengakar hingga masyarakat lokal sehingga banyak orang luar Bali pun tergiur datang.

Kearifan lokal terus didengungkan untuk dipertahankan. Itu karena, menurut para pelaku pariwisata, alam dan budaya Hindu Bali menjadi urat nadi kekuatannya.

Berdasarkan analisis Dinas Pariwisata Provinsi Bali, budaya dan alam mendominasi ketertarikan wisatawan untuk datang ke Bali. Masing-masing angkanya adalah 30,5 persen dan 28,4 persen. Pantai pun menjadi pilihan daya tarik turis sebanyak 33,2 persen, selanjutnya pegunungan (16,6 persen) dan persawahan (14,9 persen).

Tak hanya itu. Adat istiadat menempati posisi tertinggi 20,9 persen wisatawan dan kulinernya 16,3 persen. Rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara ataupun domestik tercatat tiga hari.

Akan tetapi, alam Bali pun sebagian mulai tereksploitasi. Salah satu hal kasatmata ketika memasuki kawasan Oberoi, Kuta, Kabupaten Badung, bangunan hotel, restoran, dan pertokoan berdesakan. Kendaraan sulit lalu lalang. Harus antre!

Mengapa? Tak ada lahan parkir di antara bangunan-bangunan itu. Kebijakan sekitar 40 persen untuk lahan parkir tak lagi dipenuhi pengusaha.

Teras Bali juga tereksploitasi. Berjalan menyusuri sepanjang Pantai Petitenget, Kuta, hampir seluruh bangunan hotel-hotel berbintang menguasai sempadan pantai.

Masyarakat lokal mengeluhkan terdesaknya pantai ketika ingin menggelar upacara adat. Bahkan, warga terpaksa menancapkan papan pemberitahuan batas pantai mana yang dikhususkan untuk upacara adat dan tak boleh dipakai berenang wisatawan.

Jangan sekadar penonton

Persoalan pembangunan akomodasi dan fasilitas terus menjadi persoalan karena pembagian kue-kue pariwisata tak merata. Investor luar Bali banyak mencaplok sektor pariwisata. Sebagian warga pun sadar dan membentengi diri melalui kesepakatan desa adatnya agar tak lagi terlena iming-iming investor khususnya dalam penjualan tanah.

”Kami ingin berdaya. Kami tak mau jadi penonton di tanah kami sendiri,” kata Ketut Gambar, warga Gianyar.

Bagaimana dengan kedatangan wisatawan asing? Menurut data kunjungan dari tahun 2008 hingga 2012, persentase pertambahannya justru tren menurun dari 13,26 persen menjadi 4,91 persen. Kunjungan 2008 tercatat 1,9 juta jiwa turis asing dan 2012 sebanyak 2,8 juta jiwa.

Pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Bali 2013 ini, dua kandidat (AA Puspayoga-Dewa Sukrawan dan Made Mangku Pastika-I Ketut Sudikerta) beradu janji sama-sama ingin meningkatkan kualitas pariwisata. Puspayoga menekankan pada pariwisata berbudaya dan meningkatkan industri kreatif.

Begitu pula Pastika. Ia menjanjikan berupaya mempertahankan Bali menjadi tujuan wisata yang berkarisma dan tetap religius. Selain itu, menurut Pastika, perlu adanya pengembangan pariwisata guna memperluas kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Perry Markus, siapa pun pemenangnya dari dua kandidat tersebut harus mampu meningkatkan pariwisata ”Pulau Dewata”. Bagaimanapun, lanjutnya, pariwisata sudah menjadi tulang punggung ekonomi Bali dengan penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali sebesar 29,87 persen.

Ke depannya, gubernur terpilih harus bisa menata kembali pembangunan akomodasi dan fasilitas/sarana pariwisata yang sangat amburadul sekarang ini.
— Perry Markus

”Ke depannya, gubernur terpilih harus bisa menata kembali pembangunan akomodasi dan fasilitas/sarana pariwisata yang sangat amburadul sekarang ini. Koordinasi antarkabupaten/kota harus harmonis,” tegas Perry.

Badan Promosi Daerah Bali mulai terbentuk. Bandara Internasional Ngurah Rai pun segera selesai perluasan. Kunjungan wisatawan khususnya asing diharapkan kembali mengalami tren naik.

Namun, jangan lupa budaya dan adat Bali harus tetap terjaga. Alam Bali harus tetap lestari! (Ayu Sulistyowati). (http://travel.kompas.com)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Rekomendasi 4 HP Samsung dengan Baterai Besar dan Dukungan Fast Charging
Teknologi

Rekomendasi 4 HP Samsung dengan Baterai Besar dan Dukungan Fast Charging

...

Read moreDetails
Spesifikasi dan Harga Laptop Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition Gen 11

Spesifikasi dan Harga Laptop Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition Gen 11

Selain Teluk Penyu, Inilah Tempat Wisata di Cilacap yang Wajib Kamu Kunjungi

Selain Teluk Penyu, Inilah Tempat Wisata di Cilacap yang Wajib Kamu Kunjungi

Tempuh Jalur Kasasi, Selain Penjara, Abdul Wahid Wajib Bayar Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Tempuh Jalur Kasasi, Selain Penjara, Abdul Wahid Wajib Bayar Uang Pengganti Rp1,45 Miliar

Rekomendasi 4 Toner untuk Mencerahkan Wajah dan Meratakan Warna Kulit

Rekomendasi 4 Toner untuk Mencerahkan Wajah dan Meratakan Warna Kulit

Suda Ada Diler di Pekanbaru, Geely EX2 Resmi Dijual Mulai Rp239,9 Juta di Indonesia

Suda Ada Diler di Pekanbaru, Geely EX2 Resmi Dijual Mulai Rp239,9 Juta di Indonesia

Next Post
tenun

Cerita Ardistia Dwiasri, Desainer yang Akan Perkenalkan Tenun di New York

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.