Pengalaman Berbeda Saat Liburan Tanpa Hotel

Minggu, 15 Juni 2014 11:37

BERTUAHPOS.COM – Bosan dengan gaya liburan itu–itu saja? Berkunjung ke tempat wisata, belanja, lalu tidur di hotel. Kenapa tidak coba gaya beda tapi tidak terlalu ekstrem juga. Salah satu cara gaya liburan atau perjalanan yang agak beda yaitu dengan menginap di rumah penduduk lokal.

Caranya? Sekarang zaman sudah internet. Jaringan pertemanan dan perkenalan antar sesama pelancong juga sudah lebih mudah. Adalah www.couchsrufing.org dan www.airbnb.com yang biasa dijadikan pencarian tempat tumpangan atau sewa tempat tinggal di kediaman penduduk lokal.

Couchsurfing

Couchsurfing ini adalah jaringan yang menghubungkan pelancong atau traveler seluruh dunia untuk saling berinteraksi.  Untuk bisa menumpang dan memberi tumpangan seorang pelancong atau traveler harus menjadi anggota terlebih dahulu. Yang memberi tumpangan biasa disebut host dan yang menumpang biasa disebut surf. Semuanya gratis termasuk untuk menjadi anggota. Kalaupun bayar keanggotaan sifatnya sukarela.

Baca: Luhut dan JK Beda Pendapat Soal Harga Tiket Pesawat Tinggi

Sampai saat ini tercatat sekitar 7 juta anggota bergabung di Couchsurfing. Mereka tersebar di sekitar 100.000 kota diseluruh dunia. Padahal Couchsurfing baru mulai dibangun sejak 2004 lalu. Jaringan tumpangan ini dibangun pertama kali oleh 4 mahasiswa asal Islandia. Mereka adalah Casey Fenton, Daniel Hoffer, Sebastian Le Tuan and Leonardo Bassani da Silveira.  Mereka memulai sistem ini melalui jaringan email bukan website seperti sekarang.

Awalnya sistem tumpangan ini banyak diminati oleh kalangan backpacker atau liburan dengan bujet kecil. Agar menghemat biaya penginapan, banyak pelancong yang memilih menumpang di rumah penduduk yang gratis. Bahkan ada yang ekstrem misalnya tidur di terminal, stasiun, atau rumah ibadah.

Lama kelamaan menumpang di rumah penduduk lokal dipilih bukan hanya sebagai cara menghemat bujet liburan. Gaya ini justru menjadi cara liburan yang berbeda dari liburan biasa. Menumpang dirasakan memberi pengalaman unik yaitu berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal. Dengan menumpang saat liburan, pelancong akan lebih bisa memahami budaya dan kebiasaan sehari–hari masyarakat lokal.

Airbnb

Sama dengan Couchsurfing, keduanya sama–sama tinggal bersama masyarakat lokal pemilik tempat tinggal. Namun Airbnb harus bayar jadi hitungannya sewa.  Sistem bayarnya adalah online atau pembayaran internet melalui websitenya. Biasanya atau mudahnya dengan menggunakan kartu kredit.  

Bedanya lagi Airbnb dengan website penyedia pemesanan hotel lainnya adalah di sini kita banyak menemukan tempat tinggal atau penginapan yang berbeda dari jenis hotel pada umumnya. Misalnya vila, rumah tradisional khas lokal, kamar di apartemen atau apartemen, bahkan castle atau semacam bekas istana zaman dulu atau bangunan lama. Kalau beruntung bisa menemukan caravan atau mobil berjalan dan yacht atau perahu layar. Namun kebanyakan yang ditawarkan adalah adalah kamar di apartemen atau apartemen.

Airbnb mulai dibuka sejak 2008 di San Fransisco, California, Amerika Serikat. Pemiliknya adalah 3 anak muda asal Amerika Serikat yaitu Nathan Blecharczyk, Brian Chesky, dan Joe Gebbia. Mereka berangkat dari pemikiran ingin memberikan pengalaman liburan dan perjalan yang berbeda bagi para pelancong. Sampai akhirnya Airbnb berkembang dan meluas di 34.000 kota di 190 negara di seluruh dunia.

Bila ingin bergabung yang terpenting adalah siapkan mental untuk menemukan pengalaman baru dalam liburan. Bukan sebagai turis semata tetapi juga sebagai petualang dan tamu yang baik. (kompas.com)