• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kusir Bendi di Padang Melawan Zaman

Tim Redaksi by Tim Redaksi
27 Juli 2013
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM Transportasi tradisional di Kota Padang, Sumatera Barat, kian ditinggalkan. Kemajuan transportasi modern yang menawarkan berbagai kelebihan menjadi alasan masyarakat berpaling. Namun, siapa sangka, masih ada kusir bendi yang bertahan di Pasar Raya Padang demi jati diri.
Bendi merupakan transportasi tradisional masyarakat Minangkabau berbentuk kereta kuda. Di Ibukota Indonesia, transportasi yang hampir mirip dengan bendi dikenal dengan sebutan delman atau andong. Kendaraan yang sumber tenaganya dari Kuda ini dikendalikan seorang kusir.
Igul adalah salah satu kusir yang masih bertahan di Pasar Raya Kota Padang. Pria 31 tahun ini mengaku peminat bendi sudah menurun drastis. Dalam sehari, kadang ia hanya mendapat satu penyewa.Â
“Belakangan ini memang sudah sepi. Kami hanya bisa mendapat satu pelanggan,” kata Igul kepada VIVAnews, Jumat 26 Juli 2013.
Pendapatan Igul dalam sehari hanya berkisar Rp30 ribu. Itu pun hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan kudanya. Keadaan itu sudah berlangsung sejak 2010 lalu. Sebelumnya, ia bisa mendapat sekitar Rp80 ribu.
Tapi, kadang Bendi Igul disewa untuk arak-arakan pesta. Sewanya bisa mencapai Rp150 ribu. Namun itu rezeki bak bintang jatuh bagi Igul.
Menurut Igul, penyebab menurunnya peminat bendi akibat banyaknya kendaraan umum. Selain itu, masyarakat sudah memiliki kendaraan pribadi.Â
Hal tersebut dibenarkan oleh Edo, 33 tahun. Ia lebih senang memakai kendaraan pribadinya. “Dulu, saya sering menaiki bendi. Tapi sekarang sudah tidak pernah lagi karena lambat dan panas. Saya lebih sering menggunakan kendraan pribadi atau umum,” katanya.
Namun, Edo mengaku senang menumpangi bendi. Ia merasakan sensasi masa lalu Minangkabau. “Ketika saya menaiki bendi, saya seperti bernostalgia dengan masa lalu. Seolah saya berada di Minangkabau saisuak (Minangkabau masa silam) seperti yang cerita orang tua-tua.”
Sebagai masyarakat Minang, Edo berharap bendi tetap dilestarikan. Bendi diberi rute wisata dan dibebaskan dari jalur angkutan umum.
Igul, ayah dua orang anak ini, bertekad untuk bertahan menjalani profesinya sebagai kusir. “Selagi ada bendi, saya akan tetap menjadi kusir. Selain untuk mencari nafkah, saya juga ingin menjaga sisa-sisa budaya di zaman serba canggih ini,” katanya.
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post
KPU

KPU Anggarkan Rp 14 Triliun untuk Tahapan Pemilu 2014

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.