• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kenali RA Kartini Lewat Film, Perjuangan Wanita untuk Memperoleh Pendidikan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
21 April 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Tokoh wanita ini terkenal di Indonesia sebagai pejuang emansipasi wanita. Dia juga dikenal sebagai pahlawan nasional, karena kegigihannya memperjuangkan kesetaraan wanita untuk mendapat pendidikan setinggi-tingginya.

Yaps, dialah Raden Adjeng atau Raden Ayu Kartini, lahir di Jepara, Jawa Tengah pada 21 April 1879. Atas perjuangannya agar semua wanita juga mendapatkan pendidikan yang tinggi, maka setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini.

Memperingati Hari Kartini di tahun 2017 ini, sebuah film berjudul Kartini menghiasi panggung layar lebar tanah air. Film karya sutradara kondang, Hanung Bramantyo ini, mengangkat latar belakang perjuangan Kartini. Anda wajib tonton film ini, karena ceritanya yang penuh inspirasi.

Diperankan oleh Dian Satrowardoyo (Kartini), film ini menampilkan sisi lain dari RA Kartini. Dalam film, Kartini digambarkan sebagai sosok yang tomboi. Dia bersama kedua adiknya, Kardinah (Ayushita) dan Roekmini (Acha Septriasa) berjuang untuk mendapatkan kesetaraan hak bagi semua orang, terutama perempuan untuk mendapat pendidikan yang tinggi.

Baca: Film Kartini Tidak Hanya Diminati Wanita, Tetapi Juga Pria

Raden Adjeng Kartini sendiri berasal dari kelas bangsawan Jawa. Ayahnya, Raden Mas Ario Sosroningrat adalah Bupati di Jepara setelah menikah dengan Raden Ayu Woerjan, putri dari Raja Madura saat itu. Ibu kandung Kartini adalah Mas Ajeng Ngasirah (Christine Hakim), yang saat itu menjadi pembantu di rumahnya sendiri karena mengikuti tradisi.

Berawal dari Kartini kecil yang tidak ingin berpisah dari ibunya, terlihat sisi Kartini yang pemberontak. Saat itu Kartini harus berpisah dengan ibunya karena status bangsawannya. Waktu pun berlalu, hingga akhirnya Kartini harus dipingit ketika dia mulai menstruasi pertama. Dia ‘dikurung’, menanti laki-laki yang akan melamar dan menikahinya.

Hingga saat remaja, setelah kakak tirinya Soelastri (Adinia Wirasti) menikah, Kartini mulai bosan dengan kehidupannya yang datar. Lalu dia mendapat kesempatan dari kakaknya Sosrokartono (Reza Rahardian) untuk membaca buku-buku yang ada di lemari kamarnya. Kartini pun membaca buku-buku itu dan mulai membebaskan pikirannya. Dia terus membaca dan mengilustrasikannya seperti nyata. Sampai pada bagian Kardinah dan Roekmini datang ke kamarnya untuk dipingit. Gelagat tomboi Kartini pun mulai lebih terlihat dari caranya bebicara dan bersikap dengan kedua adiknya itu. Di dalam kamar mereka bebas berekspresi. Mereka pun gemar memanjat tembok. Aturan-aturan adat yang diikuti, mereka lepaskan sejenak. Kartini pun meminta kepada dua saudarinya itu untuk memanggil dia Kartini saja.

Selanjutnya datang seorang pejabat pendidikan dan kebudayaan Belanda, Tuan Ovink-Soer. Melihat kecerdasan Kartini, dia pun meminta agar Kartini bisa datang ke rumahnya. Ayahnya pun setuju dan memberikan sedikit kelonggaran pingitan kepada Kartini dan dua adiknya.

Baca: Kartini, Bertuahpos Nonton Bareng

Bertemu dengan nyonya Ovink-Soer membuka jalan bagi Kartini untuk menuangkan hasil pemikirannya ke dalam bentuk tulisan. Hingga akhirnya Kartini mulai menulis dan bertemu dengan banyak pejabat. Kartini dengan bantuan Kardinah dan Roekmini pun berhasil mendirikan sekolah dan membantu ekonomi rakyatnya. Tidak cukup disitu, Kartini mulai membuat korespondensi dan menjalin hubungan dengan teman-teman barunya di Belanda.

Kemudian tibalah saat dimana sang adik Kardinah menikah. Hal ini membuat Kartini memutuskan untuk memperoleh beasiswa pendidikan ke Belanda. R.M.A Sosroningrat (ayahnya) pun menyetujui dan mendukung keinginan putri kesayangannya itu. Tapi sayang hal itu ditentang oleh seluruh keluarganya. Mendapat tekanan dari keluarga, sang ayah pun jatuh sakit. Tidak ada lagi yang mendukung Kartini. Hingga datang lamaran dari seorang bangsawan yang juga Bupati Rembang, K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat (Dwi Sasono). Cita-cita Kartini untuk melanjutkan sekolah pun semakin tertutup. Dia bimbang memilih antara sekolah dan kesehatan ayahnya.

Apa yang selanjutnya terjadi? Bagaimana dengan kelanjutan beasiswa Kartini? Dan apa yang dilakukan untuk melanjutkan perjuangannya memperoleh kesetaraan hak serta mendapat pendidikan tinggi bagi kaumnya? Silahkan saksikan langsung akhir dari perjuangan Kartini yang penuh inspirasi dan akan membuat anda takjub di bioskop terdekat. (Bpc10)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Polda Riau: Kalau Ada Penimbunan Sembako Kami Tangkap

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.