BERTUAHPOS.COM — Dompet digital atau e-wallet kian mengukuhkan diri sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia sepanjang 2025. Bukan lagi sekadar alat pembayaran modern, kini e-wallet sudah menjadi kebutuhan harian yang dipakai lintas generasi—mulai dari membeli kopi, belanja kebutuhan rumah tangga, hingga membayar tagihan bulanan.
Survei terbaru dari Jakpat menunjukkan lebih dari 90 persen pengguna aplikasi fintech di Indonesia memakai e-wallet. Angka ini menempatkan dompet digital sebagai kategori fintech paling populer tahun ini.
Laporan tersebut disusun dari 1.945 responden yang terdiri dari Gen Z sebanyak 42 persen, Milenial 39 persen, dan Gen X 19 persen. Hasilnya memperlihatkan bahwa meski semua generasi sama-sama akrab dengan e-wallet, alasan dan cara penggunaannya ternyata berbeda-beda.
Sekitar 60 persen responden mengaku memilih e-wallet karena aplikasinya mudah dipakai dan proses pembayarannya praktis. Bagi kalangan Milenial, faktor keamanan juga menjadi pertimbangan penting. Sebanyak 56 persen dari kelompok ini memilih e-wallet yang sudah berizin dan terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan.
Sementara itu, Gen Z cenderung menyukai e-wallet karena fiturnya beragam. Tiga dari 10 responden muda menyebut mereka tertarik karena satu aplikasi bisa dipakai untuk bayar belanja, transfer uang, menyimpan saldo, hingga fitur tambahan lainnya.
Soal penggunaan, transfer uang menjadi fungsi paling populer. Tujuh dari 10 responden mengaku rutin memakai e-wallet untuk mengirim dana. Selain itu, pembayaran tagihan dan belanja online sama-sama dipilih oleh 64 persen responden.
Tak hanya untuk transaksi digital, e-wallet juga banyak dipakai untuk pembayaran langsung di toko maupun layanan pesan antar makanan. Pengguna terbanyak untuk kategori ini datang dari kalangan Milenial dan Gen X.
Ada pula kebiasaan unik di tiap generasi. Tiga dari empat Milenial menggunakan e-wallet untuk membayar tagihan, sementara 53 persen Gen Z memanfaatkannya untuk menyimpan uang. Di sisi lain, 47 persen Gen X memakai e-wallet untuk membayar ongkos transportasi.
Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna, menilai e-wallet kini sudah berubah fungsi. Menurutnya, dompet digital tak lagi hanya menjadi alternatif pembayaran, melainkan bagian dari kebutuhan finansial sehari-hari.
Dari sisi merek, DANA menjadi e-wallet paling banyak digunakan dengan angka 72 persen, terutama di kalangan Gen Z. “Posisi kedua ditempati GoPay dengan 60 persen pengguna, yang lebih dominan di kalangan Milenial dan Gen X,” ujarnya.
Sementara untuk layanan cicilan atau paylater, SPayLater tampil sebagai favorit. Sebanyak 75 persen pengguna fitur paylater memilih layanan ini, bahkan angkanya mencapai 84 persen di kalangan Gen Z. Selain itu, responden juga menggunakan GoPay Later sebesar 42 persen dan DANA Cicil sebesar 25 persen.
“Hasil survei ini menunjukkan satu hal, meski sama-sama memakai e-wallet, setiap generasi punya pilihan dan gaya penggunaan yang berbeda. Namun ujungnya tetap sama—mencari cara transaksi yang cepat, mudah, dan praktis,” tambahnya.***









