• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Rentan Serangan Siber, Drone DJI Bisa Jadi Mata-mata

Tim Redaksi by Tim Redaksi
9 Agustus 2017
Share on FacebookShare on Twitter

Menanggapi ditariknya drone buatan DJI dari US Army (militer Amerika Serikat/AS), Researcher Drone dan Mobile Ad Hoc Network (Manet) dari Universitas Gunadarma‎, M Akbar Marwan menilai bahwa perangkat lunak DJI tak hanya rentan serangan siber, tapi juga dicurigai dapat memata-matai aktivitas pengguna.

“Bukan itu saja, bahkan ada sebuah laporan yang sangat rinci soal data yang diambil oleh drone DJI,” kata Akbar.

Kemungkinan besar hal itu yang melatarbelakangi militer AS menyetop penggunaan drone DJI, baik dari sisi elektronik, perangkat lunak, pengendali penerbangan, dan sistem kontrol kecepatan.

Akbar berujar, bila seorang pilot drone menggunakan aplikasi DJI GO 4 dan mengunggah catatan penerbangan ke server DJI dengan menggunakan pengaturan default di aplikasi, akan ada banyak detail yang terkait dengan misi drone tersebut.

Misalnya, kata akbar, seperti telemetri yaitu kondisi ketika drone diterbangkan, termasuk koordinat GPS, ketinggian, kecepatan, dan rincian kinerja pesawat lainnya.

“Kemudian video, di mana versi video thumbnail juga disediakan untuk DJI menunjukkan rekamannya. Selain itu, saat menggunakan smartphone atau tablet, rekaman mikrofon untuk semua percakapan dan suara juga disertakan dengan file cache video,” imbuhnya menjelaskan.

Bila sensor memiliki mikrofon, drone juga berbagi audio. Kombinasi data tersebut menghasilkan catatan lengkap setiap penerbangan yang diambil oleh drone menggunakan aplikasi DJI dan Drone. Informasi ini disebut-sebut tersimpan di serverDJI di Amerika Serikat, China, dan Hong Kong.

Menurut Akbar, informasi yang detail seperti telemetri, audio, dan video yang didapatkan oleh drone sangat diperlukan oleh pilot dalam melakukan misi menggunakan drone.

“Pun demikian, antisipasi pemindahan informasi tanpa izin oleh aplikasi dan drone masih bisa dilakukan dengan beberapa cara. Misalnya, dengan menggunakan aplikasi sejenis yang sudah melakukan blocking terhadap transfer data ke internet,” tutupnya memberikan solusi kepada para pengguna drone DJI.

Sebelumnya, militer AS Amerika Serikat menghentikan penggunaan drone DJI karena berkaitan dengan kerentanan siber pada perangkatnya. Upaya pelarangan menggunakan drone besutan perusahaan Tiongkok itu dilakukan melalui memo yang dikeluarkan oleh Angkatan Darat AS pada 2 Agustus 2017.

Mengutip laman Reuters, larangan tersebut berlaku untuk semua produk drone DJI dan sistem yang menggunakan komponen atau perangkat lunak DJI.

Dalam memo internal tertulis, “Semua personil militer harus menghentikan penggunaan DJI, menghapus semua aplikasi DJI, dan menghentikan penggunaan baterai serta mengamankan seluruh ruang penyimpanan.”

Sekadar diketahui, dalam memo itu juga menyebut, ketimbang merek lain, drone DJI merupakan yang paling banyak dipakai oleh militer Amerika Serikat. Sementara itu, dilansir VOA Indonesia, DJI mengaku terkejut dan kecewa dengan pembatasan drone besutan mereka yang dikeluarkan tiba-tiba tanpa perundingan terlebih dahulu.

Pihaknya juga menyebut, bakal menghubungi militer AS untuk memastikan kerentanan siber apa yang mungkin ada pada produknya. DJI juga menyatakan, pihaknya bersedia bekerja sama dengan Pentagon untuk membahas permasalahan ini. (lip6)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah
Hukum Kriminal

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

...

Read moreDetails
Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

4 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh yang Bisa Jadi Lalapan

4 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh yang Bisa Jadi Lalapan

5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kering dan Sensitif

5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kering dan Sensitif

Indeks IDX Commodity 20 Debut, Didominasi Saham Energi hingga Logam

Indeks IDX Commodity 20 Debut, Didominasi Saham Energi hingga Logam

Next Post

Hari Ini Gunung Sinabung Sudah 3 Kali Erupsi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.