BERTUAHPOS — PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) menyatakan bertanggung jawab penuh atas setiap kerusakan fasilitas infrastruktur dan lingkungan di sekitar proyek jalan tol ruas Pekanbaru – Rengat seksi lingkar Pekanbaru.
Hal itu disampaikan langsung oleh Site Cost Commercial Manager (SCCM) Lingkar Pekanbaru, Anditya Surya Arif Dinata beberapa waktu lalu di Pekanbaru. Dia menyebut bahwa potensi kerusakan fasilitas infrastruktur dan lingkungan di sekitar pemukiman masyarakat akan selalu ada selama proyek pembangunan jalan tol dikerjakan.
“Biasanya, kerusakan terhadap jalan di sekitar pemukiman yang dilintasi oleh aktivitas proyek. Kerusakan itu akan dirawat dan diperbaiki sesuai dengan kondisi awalnya. Selama konstruksi berjalan, kami jaga, dan setelah selesai pun kami kembalikan seperti semula,” ujar Anditya.
Selain itu, Anditya mengakui HKI sudah menerima beberapa keluhan dari warga setempat terhadap kerusakan jalan desa, termasuk jika terjadi kerusakan pada bangunan rumah warga yang diakibatkan oleh aktivitas konstruksi.
“Kami juga sudah melakukan identifikasi terhadap kerusakan itu, melakukan inventarisir terhadap lokasi-lokasi yang terdampak, termasuk melakukan survei ke rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat getaran konstruksi,” jelasnya.
Dia menyebut, beberapa zona yang sudah masuk dalam tahap survei dan tindak lanjut adalah kawasan Desa Rimbo Panjang dan Agrowisata. Di dua wilayah tersebut, kata Anditya, sejumlah rumah telah terdata mengalami dampak dan akan segera mendapatkan perbaikan sesuai hasil penilaian teknis.
Anditya menambahkan, pihaknya tidak ingin keberadaan proyek tol justru merugikan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, semua bentuk kerusakan, baik di jalan umum maupun rumah warga, akan ditindaklanjuti dengan pendekatan tanggung jawab sosial dan teknis.
Proyek Jalan Tol Lingkar Pekanbaru sendiri merupakan bagian dari infrastruktur strategis nasional yang diharapkan dapat memperlancar mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Riau. Namun, di sisi lain, pelaksana proyek juga dituntut untuk selasar dengan masyarakat lokal dan meminimalisir dampak sosial yang ditimbulkan.
Sebagaimana diberitakan Bertuahpos sebelumnya, pembangunan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga akhir Juni 2025, proyek sepanjang 30,5 kilometer ini telah mencapai progres fisik sebesar 57,57 persen.
Tol yang digarap PT Hutama Karya (Persero) ini dirancang bukan sekadar sebagai jalur penghubung antara Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, tetapi juga sebagai infrastruktur strategis yang membuka peluang tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru di sepanjang jalurnya.
“Jalan tol ini bukan hanya penghubung wilayah, tapi juga penghubung harapan masyarakat menuju masa depan yang lebih baik,” ungkap Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Minggu, 6 Juli 2025.
Tol Lingkar Pekanbaru menjadi bagian krusial dalam pengembangan jaringan Jalan Tol Pekanbaru–Rengat. Ke depan, jalur ini akan terintegrasi dengan ruas tol lainnya seperti Pekanbaru–Dumai dan Pekanbaru–Bangkinang–XIII Koto Kampar. Integrasi ini akan menciptakan sistem transportasi yang efisien, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta membuka akses ke kawasan-kawasan yang sebelumnya kurang terjangkau.
Proyek jalan tol lingkar Pekanbaru ini diharapkan tak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tapi juga mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di Riau dan wilayah sekitarnya.








