BERTUAHPOS – Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt Gubri) SF Hariyanto secara resmi meluncurkan penyaluran bantuan pangan pemerintah periode Februari-Maret 2026 untuk masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Riau. Bertempat di Komplek Pergudangan Jadirejo Perum BULOG, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin (6/4/2026), prosesi pelepasan ini menandai dimulainya distribusi skala besar guna memperkuat jaring pengaman sosial di Bumi Lancang Kuning.
Sebanyak 597.968 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi sasaran utama dalam program strategis ini. Pemerintah Provinsi Riau bersama Perum Bulog mengalokasikan stok beras sekitar 11 ribu ton serta minyak goreng sebanyak 2 juta liter untuk memastikan kebutuhan pokok warga tetap terpenuhi di tengah dinamika ekonomi nasional yang fluktuatif.
“Alhamdulillah lauching penyaluran bantuan pangan dari pemerintah untuk 597.968 penerima bantuan sudah dilakukan. Totalnya ada sekitar 11 ribu ton beras yang akan dislaurkan. Per 1 KK akan mendapatkan beras 20 kg untuk dua bulan alokasi,” ujar SF Hariyanto saat memberikan keterangan di sela-sela peninjauan gudang.
SF Hariyanto mengapresiasi kerja keras Perum Bulog dalam mengelola cadangan pangan pemerintah sehingga kualitas dan kuantitas bantuan tetap terjaga hingga ke tangan masyarakat. Menurutnya, sinergi ini sangat krusial agar bantuan tidak hanya cepat sampai, tetapi juga tepat sasaran sesuai dengan data kemiskinan ekstrem dan kerawanan pangan yang telah divalidasi.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Bulog. Semoga penyaluran bantuannya lancar dan dapat membantu masyarakat,” lanjutnya.
Pemerintah Provinsi Riau menerapkan sistem distribusi berjenjang guna menghindari kerumunan dan mempermudah akses bagi masyarakat lanjut usia atau yang memiliki keterbatasan mobilitas. Penyaluran bantuan melibatkan aparat pemerintahan di tingkat kelurahan dan desa sebagai ujung tombak pendataan serta pembagian undangan pengambilan barang.
“Nanti akan ada tim yang mengundang para penerima manfaat untuk datang ke kelurahan. Bantuannya akan diserahkan disana agar mudah terjangkau,” jelas SF Hariyanto.
Melalui program bantuan pangan ini, pemerintah berharap stabilitas harga beras di pasar domestik Riau tetap terkendali. Selain memberikan dampak psikologis pasar yang positif, kehadiran ribuan ton beras ini diharapkan mampu menekan angka inflasi daerah sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga selama dua bulan ke depan.***









