BERTUAHPOS.COM — Ancaman cuaca ekstrem diprediksi melanda Riau hampir sepanjang tahun 2026 ini.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto meminta kepada ribuan mahasiswa yang akan menjalani program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta), agar dapat menyosialisasikan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada masyarakat di tempat pengabdian masing-masing.
Hal itu disampaikannya saat pelepasan 4.037 peserta Kukerta Berdampak Reguler Gelombang II Universitas Riau Tahun 2026, di Pekanbaru, Kamis, 18 Juni 2026.
“Sampaikan kepada masyarakat bahwa membuka lahan dengan cara membakar bukan lagi pilihan yang bijak,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan bahwa BMKG telah mempreduksi musim kemarau 2026 jauh lebih kering dari kondisi normal, datang lebih awal, dan berlangsung lebih panjang akibat potensi fenomena El Nino.
Kondisi ini menjadikan ancaman cuaca ekstrem tahun ini lebih serius dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pemprov Riau telah menetapkan status siaga darurat Karhutla sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.
Status ini menjadi dasar mobilisasi seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa Kukerta, untuk turut berperan aktif di lapangan.
SF Hariyanto pun mengajak para mahasiswa Kukerta agar dapat menjadi garda pencegahan Karhutla di wilayah pengabdiannya masing-masing.
“Saya berharap para peserta Kukerta Unri dapat ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan di daerah penugasan masing-masing,” ujarnya.









