BERTUAHPOS.COM — Tren penyimpanan emas global mengalami pergeseran signifikan pada 2026, dengan Swiss kehilangan posisinya sebagai destinasi favorit investor untuk menyimpan emas di brankas resmi. Perubahan ini terjadi di tengah harga emas dunia yang justru menguat ke level US$4.300 per troy ounce.
Menurut World Gold Council (WGC) dalam laporan tahunannya, dikutip dari Mining, Kamis, 18 Juni 2026, penyimpanan emas di Bank Nasional Swiss turun drastis menjadi 6% pada 2026 dari sebelumnya 12% pada tahun lalu. Penurunan ini menandai pergeseran preferensi bank sentral global dalam strategi pengelolaan cadangan emas mereka.
Di sisi lain, bank-bank sentral global justru semakin agresif menambah cadangan emas. WGC mencatat penambahan 17 ton emas bersih pada April 2026, terutama dipimpin oleh Polandia dan Tiongkok, setelah sebelumnya menjadi penjual bersih pada Maret.
Hampir 90% bank sentral memperkirakan cadangan emas mereka akan terus meningkat dalam 12 bulan ke depan. Tren akumulasi ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang mendorong pengelola cadangan beralih ke aset safe haven.
WGC mencatat bank sentral global telah mengakumulasi sekitar 1.000 ton emas selama empat tahun terakhir, naik signifikan dari rata-rata 500 ton per dekade sebelumnya. Lonjakan laju pembelian ini terjadi seiring memudarnya prospek ekonomi global akibat ketegangan geopolitik yang belum mereda.
Dari sisi harga, prospek emas ke depan juga dipandang positif oleh kalangan analis. Analis Barclays memproyeksikan harga emas dunia berpotensi menembus US$4.800 per troy ounce pada 2026 dan US$4.900 per troy ounce pada 2027.
Bank asal Inggris itu memperkirakan kenaikan harga emas didorong oleh inflasi AS yang tinggi, ketidakpastian kebijakan moneter, serta kuatnya permintaan logam mulia dari bank-bank sentral global. Kombinasi faktor tersebut menjadikan emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang paling diminati di tengah gejolak pasar.









