BERTUAHPOS.COM — Sandrina Alpiranisha (3,6) tampak seperti anak lain pada umumnya. Wajahnya polos. Mendekap dalam gendongan ayahnya. Kadang-kadang, ia terlihat bingung dengan kondisi di sekitarnya saat berada di ruang VIP Lancang Kuning, Bandara Sultan Syariaf Kasim (SSK) II Pekanbaru, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia bersama dengan sang ayah, Adam (41) akan diberangkatkan ke Jakarta. Di sana, Sandrina akan menjalani pengobatan jantung, setelah sekitar tiga tahun mengidap penyakit jantung bocor.
“Di usianya tujuh bulan setelah lahir, kami baru tahu kalau dia mengidap jantung bocor,” ujar Adam saat berbincang dengan Bertuahpos.
Menurut cerita ayah tiga anak itu, sejak lahir Sandrina menunjukkan tanda-tanda fisik lemah. Ia cepat lelah. Jika terlalu capek, kulit tangannya membiru. Adam sedih jika mengenang kondisi Sandrina di masa itu.
“Dia tak bisa bermain seperti anak-anak lain. Karena kondisinya terus melemah, aktivitasnya kami batasi. Kalau terlalu capek bahasa bagi fisik dia,” ujar pria yang berdomisili di Langgam, Pelalawan itu.
Sandrina Alpiranisha hanya satu dari sembilan lainnya yang menerima manfaat dari program Riau Sehat.
Seremoni pelepasan dilakukan oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli. Adapun penerima manfaatnya adalah masyarakat Riau yang kurang mampu, namun butuh biaya besar untuk berobat.
Ada sembilan pasien yang dirujuk ke Jakarta hari ini. Mereka terdiri dari anak-anak dan orang dewasa, yang akan menjalani pengobatan di RS Jantung Harapan Kita dan RSCM.
“Yang berangkat hari ini tujuh anak-anak. Dua dewasa. Jadi, ada delapan yang akan berobat jantung, dan satu berobat hati. Nah, yang kami bantu seluruh keperluannya selama berobat, termasuk untuk pendampingnya,” jelasnya.
Adapun program ini, kata Zulkifli, merupakan kolaborasi dari Pemprov Riau dan BAZNAS Provinsi Riau. Secara umum, BAZNAS menetapkan kriteria pasien yang layak mendapatkan bantuan, dan diverifikasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau.









