BERTUAHPOS – Pemko Pekanbaru masih berupaya mendorong terwujudnya konsep kota hijau atau green city. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan saat ini program green city di Pekanbaru masih fokus pada tiga sektor utama, yaitu pengelolaan sampah, pendidikan, dan transportasi.
Menurut Markarius, sebenarnya terdapat tujuh topik dalam program green city. Namun, Pemko Pekanbaru memilih untuk berkonsentrasi terlebih dahulu pada tiga aspek tersebut agar hasil yang dicapai lebih maksimal.
Di bidang pengelolaan sampah, Pemko Pekanbaru sudah menggerakkan partisipasi aktif masyarakat melalui pembentukan Lembaga Pengelola Sampah (LPS). Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Untuk pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Pemko Pekanbaru akan menerapkan metode sanitary landfill. Sistem ini dinilai lebih ramah lingkungan karena mengelola sampah tanpa menimbulkan pencemaran.
Markarius menyebutkan, saat ini Pemko tengah menjalin kerja sama dengan PT ICE untuk mempercepat penerapan sistem tersebut.
Selain pengelolaan sampah, sektor pendidikan juga menjadi perhatian. Pemko Pekanbaru sudah menjalankan program edukasi di sekolah-sekolah. Anak-anak didorong untuk memanfaatkan sampah dengan cara mendaur ulang menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai guna.
Di bidang transportasi, Pemko Pekanbaru sudah memulai konversi kendaraan ke energi listrik. Program tersebut diawali dengan penggunaan feeder listrik, dan pada tahun depan direncanakan akan dimulai konversi bus konvensional menjadi bus listrik. Upaya ini bertujuan untuk menekan emisi gas buang dan mendukung transportasi berkelanjutan.
Markarius menyampaikan hal ini usai mengikuti Green City Mayor Consult (GCMC) ke-8 secara daring. Pertemuan ini diikuti oleh para kepala daerah dari kota-kota yang tergabung dalam segitiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).
Dalam forum tersebut, para kepala daerah mendengarkan laporan capaian dari masing-masing kota terkait implementasi program green city. Pekanbaru menyampaikan progres pengelolaan sampah, pendidikan ramah lingkungan, hingga transportasi berbasis listrik.
Pertemuan GCMC sendiri digelar setiap tahun, baik secara online maupun offline. Tahun ini berlangsung secara daring, sementara tahun depan pertemuan akan digelar secara langsung dengan Pekanbaru ditunjuk sebagai tuan rumah.***








