BERTUAHPOS — Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau per Agustus 2025 mencapai 188,96. Menurut data BPS, angka ini naik 0,67% dibanding Juli 2025 yang tercatat sebesar 187,70 poin.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi menjelaskan, kenaikan NTP dipicu oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani sebesar 1,18%, sementara indeks harga yang dibayar petani hanya naik 0,50%.
“Peningkatan harga yang diterima dibanding harga yang dibayar membuat daya tukar petani lebih baik pada Agustus 2025,” ujar Asep di Pekanbaru.
Jika dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatra, Riau tercatat sebagai daerah dengan NTP tertinggi kedua setelah Bengkulu. Dari total 10 provinsi di Sumatra, hanya Aceh yang mengalami penurunan NTP, yaitu sebesar 0,09%.
BPS juga mencatat, pada Agustus 2025 terjadi kenaikan indeks harga konsumsi rumah tangga (IKRT) pertanian di Riau sebesar 0,66%. Kenaikan terbesar disumbang kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,17%.
Adapun kenaikan lain terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,31%), pakaian dan alas kaki (0,16%), penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,14%).

Sedangkan di sektor kesehatan naik (0,11%), perlengkapan rumah tangga (0,08%), serta rekreasi, olahraga, dan jasa keuangan (0,04%). Sementara itu, kelompok informasi dan komunikasi naik tipis 0,01%.
Sebaliknya, kelompok transportasi turun 0,17%, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar lainnya turun 0,08%, sedangkan kelompok pendidikan relatif stabil.
Selain itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Riau juga meningkat 1,07%, dari 183,07 pada Juli 2025 menjadi 185,02 pada Agustus 2025.
“Peningkatan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik 1,18%, sedangkan indeks harga yang dibayar untuk keperluan produksi (BPPBM) hanya naik 0,11%,” jelas Asep.
Dari data tersebut, BPS menilai daya beli petani di Riau masih terjaga, meski beberapa kelompok konsumsi mengalami penurunan harga.***









