BERTUAHPOS — Rencana mega proyek pembangunan jembatan penghubung dari Sei Pakning ke Pulau Bengkalis meredup dari perbincangan publik. Kabar terakhir, proyek yang digagas oleh Pemprov Riau bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis itu sudah dapat pengembang, yakni salah satu perusahaan asal China.
Plt Gubernur Riau, Sofyan Franyata (SF) Hariyanto, mengatakan bahwa rencana pembangunan jembatan Sei Pakning – Bengkalis itu sudah selesai DED-nya (rencana rinci bangunan).
“Bahkan, investornya kita sudah dapat. Tapi memang untuk hitung-hitungannya masih belum tepat,” katanya di Pekanbaru, belum lama ini.
Dia menyebut, mega proyek jembatan Sei Pakning – Bengkalis ini diperkirakan akan menelan anggaran hingga Rp25 triliun. SF Hariyanto menegaskan, pada prinsipnya pihak investor sudah sangat siap untuk mulai mengerjakan proyek tersebut.
Namun, Pemprov Riau masih menimbang-nimbang nilai tanggungan utang, sehingga masih perlu dilakukan penyesuaian harga untuk satuan per kilometernya. Dengan kata lain, meski sudah ada jembatan, setiap kendaraan yang melintas tetap akan dibebankan biaya.
“Nah, metode untuk harga satuan per kilometernya ini yang belum putus. Berapa idealnya, karena harus disesuaikan dengan beban utang yang juga harus dibayarkan. Kami, masih akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, jika harus merujuk pada satuan per kilometer yang telah ditetapkan dalam ketentuan berlaku. Tapi, angkanya pasti tidak masuk,” kata Plt Gubri.
Oleh sebab itu, dia meminta kepada masyarakat untuk bersabar. Meski jembatan penghubung Sei Pakning – Bengkalis ini sangat dibutuhkan, Pemprov Riau tidak mau gegabah mengambil kebijakan sehingga berpotensi akan merugikan di kemudian hari.
Hal itu mengingat fasilitas penyeberangan RoRo yang tersedia saat ini sudah tidak mampu menampung kapasitas volume kendaraan yang menyeberang. Terutama di momentum tertentu, seperti Lebaran Idul Fitri, perayaan Imlek, Natal dan tahun baru. “Jadi, ini masih perlu pengkajian ulang,” ujar SF Hariyanto.***








