BERTUAHPOS — Lebih 2.000 kendaraan overload over dimension alias ODOL dipukul mundur keluar tol oleh PT Hutama Karya (HK) dari Tol Pekanbaru – Dumai sepanjang tahun 2024 lalu.
Menurut data dari pengelola, kendaraan tersebut terdeteksi over kapasitas — tidak sesuai standar kendaraan yang seharusnya melintas di jalur bebas hambatan itu.
“Tahun lalu ada 2.000 lebih yang terpaksa kami pukul mundur. Di Tol Pekanbaru – Bangkinang jumlahnya sekitar 1.000 an. Mereka terpaksa kami arakan keluar di pintu tol terdekat,” kata Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah HK, Bromo Waluko Utomo, pada 2 Agustus 2025 di Pekanbaru.
Untuk ruas Tol Pekanbaru – Dumai dan Tol Pekanbaru Padang, konstruksi bangunan hanya mampu menahan beban kendaraan maksimal 10 ton. Pihak pengelola tidak bisa mentolerir kendaraan ODOL yang memaksa melintas di jalur tersebut.
Saat ini, HK tengah melakukan maintenance terhadap sejumlah bidang di Tol Pekanbaru – Dumai, karena jalan itu bergelombang, beberapa rusak. Jalan tol yang tak semulus dulu, juga sempat dikeluhkan oleh banyak pengendara belakangan ini.
Bromo mengakui bahwa kendaraan ODOL menjadi salah satu penyebab utama kerusakan aspal di jalan tol. HK cukup dibuat dilema. Di satu sisi, pengelola tidak punya kewenangan dalam hal penindakan.
Di sisi lain, jika terus dibiarkan potensi kerusakan jalan tol akan semakin cepat, bahkan semakin parah. Dia memastikan masalah ini sudah menjadi bahan diskusi dengan instansi terkait.
“Sejauh ini, yang bisa kami lakukan hanya pukul mundur. Kami belum bisa menindak. Kami masih menunggu arahan dari pihak kepolisian,” ujar Bromo.
Saat ini, HK sedang melakukan perbaikan bidang jalan sepanjang 6 kilometer di Tol Pekanbaru – Dumai. “Kami secara konsisten melakukan pemeliharaan berkala di seluruh ruas tol yang kami kelola. Ini penting untuk menjaga performa infrastruktur tetap maksimal,” ujarnya.***

INFORMASI MAINTENANCE TOL PEKANBARU – DUMAI
|








