BERTUAHPOS.COM — Kondisi jalan penghubung Seberang Pembenaan yang menghubungkan Kota Baru dengan Pulau Kijang di Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, kembali menjadi perhatian publik setelah video kerusakan parah itu viral di media sosial.
Ruas jalan dipenuhi lubang besar dan berlumpur bak kubangan kerbau, yang memaksa kendaraan antre melintas dengan kecepatan sangat rendah.
Menurut warga Seberang Pembenaan Edi Samsudin, kerusakan jalan telah berlangsung sekitar 10 tahun tanpa ada perhatian serius dari pemerintah setempat. Dia menilai perbaikan yang pernah dilakukan tidak tuntas dan hanya bersifat tambal sulam.
“Tidak ada perhatian sedikit pun dari pemerintah, jalan kami dibiarkan rusak, padahal kami bayar pajak juga,” kata Edi, Minggu, 12 Juli 2026.
Dalam video yang beredar, sebuah mobil pikap sempat terjebak di kubangan lumpur karena rodanya masuk ke lubang cukup dalam. Aktivitas warga terganggu dan waktu tempuh perjalanan menjadi jauh lebih lama.
Edi menceritakan bahwa beberapa ruas jalan hanya disemenisasi pada separuh badan jalan. Pekerjaan itu kemudian berhenti dan tidak pernah dilanjutkan hingga puluhan tahun lamanya.
“Kalau pun ada perbaikan, dikerjakan setengah hati. Ada jalan yang disemenisasi hanya separuh, lalu dibiarkan sampai puluhan tahun tidak dilanjutkan lagi,” ujarnya.
Kondisi semakin parah saat musim hujan tiba. Jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin yang membahayakan keselamatan pengguna, terutama anak-anak yang setiap hari berangkat ke sekolah.
“Kasihan warga, anak sekolah, apalagi kalau pas hujan. Lumpur semua, jalan licin,” ungkap Edi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Zulfahmi, menegaskan bahwa ruas jalan tersebut bukan kewenangan pemerintah provinsi.
Status jalan itu merupakan jalan milik Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir sehingga penanganan dan pemeliharaannya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten setempat.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki ruas jalan tersebut secara menyeluruh. Mobilitas masyarakat dinilai akan kembali lancar dan aman jika akses utama itu segera ditangani secara serius.








