Konsolidasi pengadaan barang dan jasa untuk pembangunan jalan diyakini meningkatkan efisiensi, menjaga mutu, dan mempercepat pemerataan infrastruktur jalan di Riau.
BERTUAHPOS — Pemprov Riau tengah mendorong konsolidasi terhadap kegiatan pengadaan barang dan jasa, khusus untuk pekerjaan hotmix. Upaya ini diharapkan meningkatkan efisiensi pembangunan, menekan biaya, serta menghindari tumpang tindih kegiatan.
Hotmix adalah campuran aspal (bitumen) dan agregat (batu dan pasir) yang dipanaskan hingga suhu tinggi, kemudian dihamparkan serta dipadatkan di lokasi pembangunan jalan, trotoar, atau infrastruktur lainnya. Proses pemanasan ini menghasilkan campuran yang kokoh dan tahan lama, memberikan permukaan jalan yang halus dan tahan terhadap cuaca serta beban lalu lintas yang berat.
“Konsolidasi ini tidak akan merugikan siapapun. Sebaliknya, kami ingin menciptakan iklim bisnis yang sehat dan kompetitif, memberikan kesempatan yang sama bagi perusahaan besar dan kecil. Tentu proses lelang tetap kami pastikan adil, terbuka, dan profesional,” kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, Jumat, 12 September 2025, di Pekanbaru.
Dia menyebut, Pemprov Riau menekankan mutu jalan dalam upaya perbaikan infrastruktur jalan sebagai perhatian utama. Pemerintah tidak menginginkan lagi ada jalan yang cepat rusak setelah selesai dibangun.
Oleh sebab itu, setiap proyek wajib memenuhi standar teknis ketat agar kualitasnya terjamin. Menurutnya, pembangunan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar proyek tahunan.
“Kami ingin menghadirkan infrastruktur jalan yang tak hanya menghubungkan antarwilayah, tetapi juga menggerakkan ekonomi, membuka akses pendidikan, dan menghadirkan rasa adil bagi seluruh masyarakat, mulai dari kota hingga kampung,” ujarnya.
Syahrial mengakui Riau menghadapi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur. Kondisi geografis yang beragam, termasuk tanah gambut, serta kebutuhan anggaran yang tinggi, seringkali menjadi kendala.
Menurutnya, peningkatan kualitas pembangunan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan asosiasi profesi. “Semuanya harus bekerja dalam satu irama,” tuturnya.
Adapun upaya konsolidasi pengadaan barang dan jasa ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga mempercepat pemerataan pembangunan di Riau, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas.***








