BERTUAHPOS — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mendesak pemerintah pusat segera melepaskan 250 ton beras asal Thailand yang sebelumnya disita di Pelabuhan Sabang. Ia menegaskan bahwa beras tersebut diperuntukkan bagi masyarakat Sabang yang saat ini menghadapi tingginya harga beras dan penurunan daya beli.
Melalui Juru Bicara Muhammad MTA, Gubernur yang akrab disapa Mualem itu meminta Kementerian Pertanian melakukan uji laboratorium sesuai ketentuan agar distribusi beras dapat segera dilakukan. “Gubernur mengharapkan Mentan untuk segera melakukan uji lab terhadap beras 250 ton tersebut, sesuai mekanisme perundang-undangan, dan segera dilepaskan kepada masyarakat kawasan Sabang,” ujar Muhammad, Rabu (26/11/2025).
Mualem menyatakan bahwa keputusan memasukkan beras dari luar dilakukan sebagai kebijakan transisi yang berpihak kepada masyarakat Sabang. Ia menilai kebijakan ini sejalan dengan status Sabang sebagai kawasan bebas yang memiliki fleksibilitas dalam perdagangan.
Menurut Muhammad, tingginya harga beras yang dibawa dari daratan menjadi persoalan utama yang membebani masyarakat Sabang. Pemerintah setempat, kata dia, membutuhkan solusi cepat untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di daerah tersebut.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan bahwa masalah penyegelan beras impor asal Thailand tersebut telah tuntas. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap mengupayakan peningkatan produksi pangan nasional demi mewujudkan swasembada.
Amran juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan terkait penindakan barang ilegal tersebut. “Kami sudah komunikasi dengan Pak Wali Kota, Pak Gubernur, Kapolda, Pangdam. Ini adalah kepentingan masyarakat Indonesia, termasuk Aceh,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 25 November 2025.***
Sumber: Bloomberg Technoz









