BERTUAHPOS.COM — Tim Basarnas Pekanbaru mengevakuasi empat nelayan yang terombang-ambing setelah kapal kayunya mengalami kerusakan mesin fatal di Perairan Pulau Halang, Kabupaten Rokan Hilir. Kapal yang bertolak dari Bagansiapiapi pada 22 Juli itu mogok sejak Kamis malam, 23 Juli 2026, sekitar pukul 21.00 WIB.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengonfirmasi bahwa awak kapal sempat berusaha memperbaiki dan menghidupkan kembali mesin namun tidak membuahkan hasil. Unit Siaga SAR Rohil bersama Satpolairud dan nelayan setempat langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Pekanbaru melalui Unit Siaga SAR Rohil segera memberangkatkan satu tim penyelamatan menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dan melakukan evakuasi,” ujar Budi Cahyadi, Jumat, 24 Juli 2026.
Tim gabungan menyisir koordinat titik lokasi terakhir kapal dilaporkan terdampar. Sesaat setelah pencarian, armada tim gabungan berhasil menemukan kapal nelayan tersebut di tengah perairan Pulau Halang.
Seluruh awak kapal yang berisi empat orang dipastikan berada dalam kondisi selamat dan sehat tanpa cedera. Kapal yang mogok langsung dievakuasi dengan cara ditarik menuju pelabuhan terdekat.
“Kapal dan nelayan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Kemudian kapalnya juga langsung dievakuasi dengan cara ditarik menuju pelabuhan terdekat,” sebut Budi Cahyadi.
Proses evakuasi berjalan lancar berkat sinergi antara Unit Siaga SAR Rohil, Satpolairud, dan bantuan warga nelayan setempat. Seluruh nelayan telah diserahkan kepada pihak keluarga di Bagansiapiapi.
“Sebelum berangkat melaut hendaknya dapat dicek terlebih dahulu kesiapan kapalnya. Kami mengimbau agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, memastikan kelayakan kapal, serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di laut,” tegas Budi Cahyadi.









