BERTUAHPOS — Produksi sektor perkebunan masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau pada 2025. Berdasarkan data yang dikeluarkan Pemprov Riau, menunjukkan kelapa sawit seolah masih menjadi “raja”, dan mendominasi jauh di atas komoditas pertanian lainnya.
Data ini disampaikan oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam forum setahun Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2025-2030 di Gedung Daerah Provinsi Riau belum lama ini.
Dalam paparannya, Plt Gubri menjelaskan total produksi kelapa sawit mencapai sekitar 9,28 juta ton dari luas lahan lebih dari 3,37 juta hektare. “Angka ini menempatkan sawit sebagai komoditas paling strategis sekaligus penggerak utama ekonomi daerah,” jelasnya.
Selain sawit, komoditas perkebunan lain juga memberikan kontribusi, meski tidak sebesar sawit. Produksi kelapa tercatat sekitar 398 ribu ton, diikuti karet sekitar 358 ribu ton.
Komoditas sagu juga menunjukkan peran penting dengan produksi mencapai sekitar 292 ribu ton. Sementara kopi menjadi komoditas perkebunan terkecil dengan produksi sekitar 2.488 ton.
“Secara keseluruhan, total produksi perkebunan Riau mencapai lebih dari 10,33 juta ton pada 2025. Luas lahan perkebunan mencapai sekitar 3,9 juta hektare,” tambahnya.
SF Hariyanto menegaskan, dominasi perkebunan menunjukkan struktur ekonomi Riau yang masih sangat bergantung pada sektor berbasis sumber daya alam. Kondisi ini sekaligus mencerminkan tingginya kontribusi sektor agribisnis terhadap pendapatan daerah.
Namun, ketergantungan pada sawit juga menjadi perhatian karena rentan terhadap fluktuasi harga global dan tekanan lingkungan. “Diversifikasi komoditas dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang,” ujarnya.
Di sektor tanaman pangan, produksi padi tercatat sekitar 221 ribu ton dengan luas tanam sekitar 68 ribu hektare. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan produksi sawit.
Produksi cabai besar mencapai sekitar 8 ribu ton dengan produktivitas 7,47 ton per hektare, lebih tinggi dibandingkan produktivitas padi yang sekitar 3,7 ton per hektare.***









