BERTUAHPOS — Salah satu titik banjir yang kerap terjadi di Kota Pekanbaru berada di Jalan Jenderal Sudirman ujung, tepatnya dari Jembatan Siak IV hingga batas Parit Belanda. Kawasan ini secara administrasi sudah masuk wilayah Kecamatan Rumbai Pesisir.
Pantauan Bertuahpos di lokasi pada Selasa, 6 Januari 2026, terlihat beberapa ratus meter ruas jalan tersebut masih tergenang banjir. Air tidak hanya menutup sebagian badan jalan, tetapi juga mengganggu aktivitas lalu lintas kendaraan di kawasan tersebut.
Banjir yang terjadi di kawasan ini bukan semata-mata disebabkan drainase yang sempit, curah hujan tinggi, atau pengaruh pasang rob. Penyebab utamanya adalah badan jalan yang berada pada elevasi rendah sehingga menjadi lokasi tampungan air setiap kali terjadi hujan atau pasang.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa solusi untuk mengatasi banjir di Jalan Sudirman ujung bukan sekadar tambal-sulam atau pengaspalan ulang. Menurutnya, satu-satunya langkah efektif adalah meninggikan badan jalan hingga setara dengan girder Jembatan Parit Belanda dan Jembatan Siak IV.
“Hanya itu solusinya. Badan jalannya harus ditinggikan. Kalau tidak, pasti akan banjir terus. Rugi kalau hanya diaspal,” tegasnya di Pekanbaru.
Ia bahkan menyebut pengaspalan yang pernah dilakukan di ruas tersebut sebagai keputusan yang terburu-buru. Sejak awal, kata dia, sudah diingatkan bahwa jalan tersebut belum layak diaspal jika elevasinya belum disetarakan dengan jembatan di kedua sisi.
Namun karena kebutuhan percepatan saat itu, pengaspalan tetap dilakukan sehingga ketika hujan dan air pasang datang, jalur tersebut kembali tergenang. Kondisi ini berulang setiap tahun dan merugikan masyarakat yang melintas.
“Kesalahannya memang sejak dulu juga. Waktu awal-awal saya tinggalkan Riau, saya sudah jelaskan bahwa jalan itu paling tidak selevel tingginya dengan Jembatan Siak dan Jembatan Parit Belanda. Jadi itu memang belum bisa diaspal, tapi karena buru-buru, akhirnya diaspal juga,” ungkapnya.
SF Hariyanto menegaskan kembali bahwa langkah yang paling tepat adalah melakukan peninggian badan jalan. Dengan begitu, air tidak lagi mengendap dan kawasan tersebut terbebas dari genangan banjir.
Dia menyebut, Pemprov Riau akan mempertimbangkan pengerjaan peninggian jalan tersebut apabila anggaran memungkinkan. Pemerintah daerah tidak ingin terus-menerus menghabiskan anggaran untuk pekerjaan yang tidak menyelesaikan masalah secara permanen.
“Solusinya adalah menaikkan badan jalan, kita upgrade lagi. Tidak perlu ditambal terus, tapi langsung dinaikkan levelnya sejajar dengan jembatan. Kalau ada anggaran, kita kerjakan,” tegasnya.***









