BERTUAHPOS – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Provinsi Riau memastikan distribusi MBG untuk penerima manfaat tidak terganggu pasca-penangguhan operasional 9 dapur MBG di Riau. Meskipun ada sanksi tegas berupa suspensi terhadap unit yang melanggar aturan, pemerintah menjamin kuota dengan sistem disisip ke dapur lain untuk menutupi kekosongan layanan.
Ketua Satgas MBG Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan langkah evaluasi merupakan bagian dari upaya mengejar target cakupan layanan yang saat ini hampir menyentuh angka 80 persen. Penambahan kuota baru akan tetap diperlukan sembari pengaktifan dapur cadangan guna menggantikan peran 9 dapur bermasalah tersebut.
“Ya kalau dapur baru pasti akan bertambah ya, karena memang kita kan baru 79%. MBG ini kan intinya di Kabupaten Kota. Kalau kami menghimpun semua ini nanti baru dieskalasi. Pemerintah daerah pasti tahu lah berapa kebutuhan di daerahnya,” ujar Syahrial Abdi di Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Mengenai kelanjutan distribusi bagi penerima manfaat yang terdampak penutupan dapur tersebut, Syahrial memastikan sistem “sisip” akan diberlakukan. Artinya, tidak ada penghentian pemberian makanan bergizi meskipun dapur utama di wilayah tertentu sedang dalam masa sanksi.
“Ada penggantinya. Tetap terpenuhi. Kuotanya disisip dengan dapur lain tetap terpenuhi,” tegasnya.
Sebelumnya, tindakan tegas diambil setelah hasil inspeksi mendadak (Sidak) oleh Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) wilayah Riau, Kepri, dan Sumbar menemukan pelanggaran serius. 9 dapur MBG terbukti gagal memenuhi standar krusial yang meliputi administrasi, kelengkapan perizinan, hingga masalah sanitasi yang tidak sesuai prosedur kesehatan.
“Ada 9 dapur MGB yang di suspen karena masih bermasalah secara administrasi, seperti sanitasi dan perizinan yang belum lengkap. Hasil sidah KPPG (Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi ) Riau, Kepri, Sumbar,” ungkap Syahrial Abdi.
Langkah suspensi ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengelola dapur di bawah koordinasi KPPG agar senantiasa mematuhi standar ketat tata kelola gizi. Satgas MBG Riau terus memantau proses perbaikan di unit-unit yang ditangguhkan sembari memastikan dapur pengganti beroperasi secara maksimal demi menjaga kualitas asupan gizi bagi warga Riau.***









