BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat buruh/karyawan/pegawai menjadi kelompok terbesar dalam struktur ketenagakerjaan daerah pada November 2025. Dari total 3,217 juta penduduk bekerja, sebanyak 1,332 juta orang atau 41,40% berstatus buruh.
Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025 menunjukkan status buruh/karyawan/pegawai mendominasi dibandingkan kategori pekerjaan lainnya.
“Selain buruh, sebanyak 566,26 ribu orang atau 17,60% bekerja dengan status berusaha sendiri. Angka ini menunjukkan masih kuatnya pelaku usaha mandiri di Riau,” kata Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi, dalam rilis bulanannya.
Adapun penduduk bekerja dengan status berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga/tidak dibayar tercatat 321,70 ribu orang atau 10,00%. Sementara itu, 233,74 ribu orang atau 7,26% berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar.
BPS juga mencatat pekerja bebas di sektor pertanian mencapai 291,37 ribu orang atau 9,06%. Adapun pekerja bebas di sektor nonpertanian sebanyak 151,90 ribu orang atau 4,72%.
Sebanyak 320,58 ribu orang atau 9,96% lainnya bekerja sebagai pekerja keluarga atau tidak dibayar. Kelompok ini masih menjadi bagian signifikan dalam komposisi tenaga kerja Riau.
“Jika diklasifikasikan berdasarkan kegiatan formal dan informal, sebanyak 1,565 juta orang atau 48,66% bekerja di sektor formal. Sedangkan 1,651 juta orang atau 51,34% masih berada di sektor informal,” tambah Asep.
Sektor formal mencakup buruh/karyawan/pegawai serta pelaku usaha yang dibantu buruh tetap dan dibayar. Sementara sektor informal meliputi berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas, serta pekerja keluarga/tidak dibayar.
Dominasi buruh sebesar 41,40% menunjukkan struktur ketenagakerjaan Riau masih bertumpu pada sistem kerja upahan. Namun, tingginya porsi sektor informal sebesar 51,34% menandakan tantangan dalam mendorong pekerjaan yang lebih stabil dan terlindungi.
Secara keseluruhan, jumlah penduduk bekerja di Riau naik menjadi 3,217 juta orang pada November 2025 dibanding Agustus 2025 yang tercatat 3,210 juta orang. Pada periode yang sama, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,06%.
Data ini menegaskan bahwa buruh tetap menjadi tulang punggung pasar kerja Riau, sementara transformasi menuju pekerjaan formal yang lebih luas masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.***









