BERTUAHPOS.COM — Dinas Kesehatan Riau mencatat 1.051 kasus baru HIV pada 2025, meningkat dari 570 pada 2021. Total kumulatif 11.523 Orang dengan HIV sejak 1997 dengan 4.222 pasien kini menjalani terapi antiretroviral.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli melalui Pengelola Program HIV Egawati mengungkapkan, lonjakan signifikan terjadi dalam empat tahun terakhir. Pemprov kini tengah mendorong strategi STOP untuk menekan laju penularan yang kian mengkhawatirkan.
“Dari 11.523 ODHIV tersebut, kami mencatat sebanyak 7.137 orang di antaranya masih hidup. Namun, sebanyak 4.524 orang di antaranya sudah masuk pada stadium AIDS,” papar Egawati, di Pekanbaru, Rabu, 15 Juli 2026.
Dia menambahkan, tren peningkatan kasus HIV di Riau terlihat dari data tahunan yang terus naik sejak 2021. Pada 2021 ditemukan 570 kasus, lalu melonjak ke 835 kasus di 2022, dan menembus 1.001 kasus pada 2023.
Angka itu terus bertambah menjadi 1.006 kasus pada 2024, kemudian 1.051 kasus di 2025, dan 187 kasus baru pada triwulan I 2026. Penularan terjadi melalui tiga jalur utama: darah, ibu ke bayi, dan hubungan seksual tidak aman.
“Strategi STOP menjadi andalan kami, meliputi Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan. Penyuluhan masif kami lakukan ke mahasiswa, kader PKK, hingga instansi keagamaan,” ujar Egawati.
Pada Desember 2025, Diskes Riau bersama Perdoski mengedukasi 5.609 orang secara langsung. Sosialisasi serupa digelar Maret 2026 dengan melibatkan 1.152 tenaga Kementerian Agama sebagai perpanjangan tangan edukasi.
“Kami memastikan stok obat ARV dari Kementerian Kesehatan dalam kondisi aman dan cukup. Saat ini 4.222 ODHIV sedang menjalani terapi untuk menekan kadar virus,” tegasnya.
Dengan terapi ARV rutin, risiko penularan dapat diminimalkan secara drastis. Sepanjang 2025, Diskes Riau telah melakukan tes HIV terhadap 195.298 orang untuk memutus mata rantai penyebaran.
“Pemberantasan HIV di Riau tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja. Kami butuh sinergi dan dukungan seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Egawati.









