Pasangan Baru Ikut Sumbang Tingginya Permintaan Rumah

Rabu, 16 November 2016 10:24
Pasangan Baru Ikut Sumbang Tingginya Permintaan Rumah

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Kebutuhan akan rumah di sejumlah daerah di Sumatera Khususnya Riau dinilai masih tinggi. Tingginya jumlah pasangan baru juga ikut berpengaruh pada tingginya permintaan unit rumah tapak khususnya rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Hal itu disampaikan Koordinator Real Estate Indonesia ( REI) wilayah Pulau Sumatera , Indonesia, Rifa Yendi kepada kru bertuahpos.com. “Untuk prospek bisnis properti di Sumatera masih ada dan bagus,” katanya, Rabu (16/11/2016).

Advertisement

Rifa Yendi katakan hal tersebut tidak terlepas dari kebutuhan hunian yang layak terus meningkat. “Ada banyak faktor, seperti daerahnya yang berkembang dengan pusat industri dan jasa. Atau pertambahan pasangan baru dan taraf ekonomi yang meningkat,” katanya.

Baca: Di Riau, Program Pengajuan Rumah dari BPJS TK Belum Diterapkan

Baca: Putra Rindu Tawarkan Rumah Tipe 45 dan 67

Pasangan baru kecenderungan memang memilih punya rumah sendiri ketimbang harus mengontrak. Apalagi yang sebelumnya terpisah, dengan adanya rumah milik pribadi dinilai lebih meringankan kebutuhan hidup. “Pasangan baru juga menyumbang angka pembeli rumah di samping yang untuk investasi,” katanya.

Untuk wilayah yang punya prospek bidang properti disampaikan Rifa Yendi, Medan dan Pekanbaru merupakan kota yang punya peluang masih besar. “Bisa dilihat dari investasi yang masuk serta tingkat perekonomian masyarakat yang membaik. Sehingga kebutuhan rumah khususnya tipe MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) ikut tinggi,” katanya.

Untuk itu Rifa Yendi berharap agar pemerintah daerah mensuport para developer atau pengembang mewujudkan hunian-hunian layak Bagi masyarakat. “Karena saya dapat keluhan dari kawan-kawan REI daerah, masih ada perizinan yang sulit. Belum lagi ada seperti pungli atau yang terjadi di Riau persoalan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) itu harus diselesaikan segera. Karena berdampak pada investasi dan menghambat terwujudnya program presiden 1 juta rumah,” katanya.

Penulis: Riki