Masyarakat Tolak Pembangunan TPS RSJ Tampan

Selasa, 22 Oktober 2019 09:53
Masyarakat Tolak Pembangunan TPS RSJ Tampan

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Masyarakat menolak adanya pembangunan TPS (Tempat Pembuangan Sementara) RSJ (Rumah Sakit Jiwa) Tampan, Selasa 22 Oktober 2019.

Penolakan yang diberikan warga RW 03 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru bukan tanpa sebab. Salah satu penyebabnya ialah tidak adanya koordinasi dari pihak RSJ dengan pihak masyarakat setempat.Â

Hal ini diungkapkan Ikhwan Ketua RW 03 Kelurahan Simpang Baru tersebut. Dia juga menambahkan jarak TPS yang terlalu dekat pemukiman warga juga menjadi alasan penolakan. Selain itu, sampah medis yang dianggap berbahaya dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan masyarakat.Â

“Awalnya kami tidak tau apa rencana pembangunannya, untuk apa pembangunannya, kami taunya dari pekerja lapangan, tempat itu dibangun untuk dijadikan TPS Tempat Pembuangan Sampah Sementara. Alasan kami menolaknya yang pertama mereka (RSJ) tidak adanya koordinasi dan duduk bersama dengan warga dan aparat sekitar. Kedua letak TPS yang terlalu dekat, hanya sekitar lima meter dari pemukiman. Ketiga yang kita tau yang namanya sampah itukan banyak menimbulkan efek negatif bagi kesehatan masyarakat. Apalagi sampah rumah sakit kita ketahui selain sampah organik akan ada sampah-sampah medis yang sangat berbahaya sekali bagi masyarakat,” ungkapnya.Â

Baca: Radja Mebel, Keluarkan Koleksi Kamar Set Minimalis dan Elegan Terbaru

Dia juga menambahkan sempat turun untuk menghentikan pengerjaan di lapangan. “Kami menolak pembangunan ini kalau berefek negatif bagi masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya Dia juga sudah mencoba menghubungi pihak RSJ untuk duduk bersama, namun tidak ditanggapi. Apabila tidak juga mendapat respon dari pihak RSJ, maka Ikhwan bersama warganya akan menutup akses pembangunan. Sebab semua material pembangunan melintasi area masyarakat.Â

“Kalau tidak juga mendapat respon, kami akan tutup akses mereka, karena dia memasukkan material juga bahan-bahan itu dari akses masyarakat. Kalau lah mereka mau duduk bersama, kamikan bisa mencarikan solusinya secara bersama,” tutupnya. 
(Mg2)