• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Tekanan Ekonomi, Masyarakat akan Memilih Karena Uang?

Romi J. by Romi J.
2 Desember 2020
Calon Pemilih Pemula, pilkada serentak 2020

Proses pemungutan suara di TPS. (Foto: Ilustrasi, Net)

112
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Riau, Jupendri mengatakan selalu ada peluang masyarakat memilih karena uang.

Kepada bertuahpos.com, Jupendri mejelaskan bahwa ada tekanan ekonomi masyarakat akibat pandemi corona atau COVID-19 ini.

Sehingga, masyarakat yang memilih karena uang ditengah pandemi ini peluangnya juga tinggi.

Lalu, apakah masyarakat yang tertekan ekonominya akan memilih karena uang?

“Tidak bisa divonis seperti itu. Namun, peluangnya ada, karena ada tekanan ekonomi di situ,” kata Jupendri.

Jupendri menilai politik uang akan meningkat pada pilkada 2020 ini, yang salah satu faktornya adalah tekanan ekonomi.

Pemilih yang terdesak secara ekonomi, akan memilih calon kepala daerah yang memberikannya uang.

“Kita tahu, karena pandemi ini banyak ekonomi masyarakat banyak yang terhimpit,” kata dia.

Faktor kedua, kata Jupendri, disebabkan sistem kampanye yang berubah. Karena pandemi, sistem kampanye berubah menjadi online, tidak lagi langsung seperti kampanye akbar.

“Nah, karena melalui media, bukan langsung, calon kepala daerah akan kesulitan menyampaikan visi dan misinya. Karena tidak ada dialog antara calon dan pemilih,” kata Jupendri.

Akibatnya, akan ada calon kepala daerah yang mengambil jalan pintas, yaitu dengan melakukan hal itu.

“Maka, politik uang pada pilkada 2020 diprediksikan meningkat,” lanjut dia.

Bagaimana cara menghindarkan politik uang ini?

“Ada dua, pertama tentu di masyarakat. Jangan memilih karena uang. Pilihlah calon yang mampu membawa kemajuan daerah lima tahun kedepan, bukan karena uang atau barang yang diberikan hari ini,” kata Jupendri.

“Kedua, tentu ada di Bawaslu dan KPU, yang harus mengawal pilkada ini secara baik, sehingga produk atau kepemimpinan yang dilahirkan juga berkualitas,” pungkas dia.

Di lain pihak, Bawaslu Riau juga menyebutkan akan ada pelanggaran di Pilkada 2020 ini.

“Sedangkan pilkada normal saja ada pelanggaran, apalagi tidak normal (new normal),” kata Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan.

Rusidi juga menyoroti Aparatur Sipil Negara (ASN) masih rawan terseret dalam pilkada 2020 ini.

ASN masih akan diseret-seret salah satu calon untuk ikut terlibat dalam pilkada. Padahal, dalam aturannya, ASN harus terbebas dari kegiatan politik.

Selain keterlibatan ASN, ada beberapa kecenderungan pelanggaran yang dikhawatirkan masih akan terjadi di pilkada 2020.

Kecenderungan pelanggaran tersebut diantaranya politik uang, pelanggaran administrasi, dan pelanggaran etik. (bpc4)

Tags: masyarakat miskinMemilihPolitik uangUang
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

biaya politik mahal
Berita

Cak Imin Sebut Biaya Politik Itu Mahal

...

Read moreDetails

Catatan Sejarah 28 Desember: BI Edarkan Uang Rp1000, yang Gambarnya Lompat Batu

Kawal, Ada Bantuan Rp25 Juta untuk Rehab Rumah Masyarakat Miskin di Tahun 2022

Catatan Sejarah 29 November: BI Meluncurkan Uang Pecahan Rp1000 Kapitan Pattimura

Catatan Sejarah 1 November: Pertama Kalinya, Uang Pecahan Rp100.000 Diterbitkan BI

KPK: Andi Putra Terima Uang Tunai Rp580 Juta, 1,680 Dollar Singapura, dan Iphone XR

Next Post

Fojuri Gelar Diskusi Virtual ‘Tantangan Industri Asuransi di Masa Pandemi’

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.