• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Diduga Ada Intimidasi Politik Terhadap Mantan Rektor UMG Soal Ijazah Palsu Jokowi

“Sebagai seorang profesor, saya yakin apa yang disampaikan oleh Pak Sofian itu bukan asal bicara. Dia memiliki warisan panjang dalam dunia akademik dan penelitian. Tapi mengapa tiba-tiba pernyataan tersebut ditarik? Ini perlu dipertanyakan."

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
19 Juli 2025
Diduga Ada Intimidasi Politik Terhadap Mantan Rektor UMG Soal Ijazah Palsu Jokowi

Mantan Rektor UGM Sofian Effendi | Foto: TV One.

Share on FacebookShare on Twitter

PROFESOR Sofian Effendi menarik pernyataannya soal ijazah Jokowi. Sebelumnya, di sebuah kanal youtube dia menyebut bahwa “Jokowi tidak pernah lulus dari UGM karena nilainya tidak cukup.” Videonya viral. Namun pernyataan itu ditarik oleh mantan Rektor UGM itu.

Patut diduga, sang profesor mungkin mengalami intimidasi politik, menurut Direktur Riset Trust Indonesia Ahmad Fadhli.

“Sebagai seorang profesor, saya yakin apa yang disampaikan oleh Pak Sofian itu bukan asal bicara. Dia memiliki warisan panjang dalam dunia akademik dan penelitian. Tapi mengapa tiba-tiba pernyataan tersebut ditarik? Ini perlu dipertanyakan,” ujar Fadhli, dilansir dari Inilah.com.

Fadhli menilai penarikan pernyataan tersebut bisa menjadi indikasi adanya tekanan atau intimidasi terhadap kalangan akademisi, terutama ketika menyampaikan pendapat yang dinilai sensitif secara politik.

Pernyataan Sofian Effendi sebelumnya dianggap sangat mandiri dan alamiah. “Tapi jika ditarik kembali, saya kira ini bentuk tekanan yang membungkam independensi kampus dan intelektual,” katanya.

Sebagai profesor dan mantan rektor, Sofian pasti telah mempertimbangkan pernyataan tersebut secara matang. Oleh sebab itu, dia mendorong agar kebenaran pernyataan itu diusut, bukan ditutup-tutupi.

Jika memang Presiden Jokowi bukan lulusan sarjana penuh, hal itu seharusnya bukan masalah besar secara hukum maupun politik. “Undang-undang hanya mensyaratkan presiden adalah lulusan SMA. Jadi kalau misalnya Pak Jokowi hanya lulusan diploma atau sarjana muda, seharusnya itu tidak menjadi persoalan,” jelasnya.

Namun, untuk meredam polemik dan spekulasi yang berkepanjangan, sebaiknya Presiden Jokowi menunjukkan ijazah aslinya secara terbuka. “Kalau tidak dibuka, ini akan terus menimbulkan ilusi dan ketidakpercayaan publik, bahkan bisa mengarah pada intimidasi terhadap pihak lain yang mencoba mengungkap kebenaran,” tegasnya.

Lebih jauh, Fadhli juga mengkritik adanya dugaan hubungan kekuasaan antara Presiden Jokowi dan UGM, yang seharusnya menjadi institusi pendidikan tinggi yang independen. “UGM sebagai kampus seharusnya bebas dari intervensi kekuasaan. Tapi dalam kasus ini, terlihat ada relasi yang bisa memengaruhi independensi akademik,” ujarnya.

Fadhli juga membandingkan dengan kampus-kampus di luar negeri seperti di Inggris dan beberapa negara Timur Tengah, di mana dosen dan peneliti bebas menyuarakan pendapat berdasarkan riset dan pengalaman akademis.

“Independensi akademik seharusnya dijaga, meskipun memang dana operasional kampus kita masih banyak bergantung pada negara,” tutupnya.***

Tags: nasionalPolitik
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma
Nasional

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

...

Read moreDetails
Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Bapanas Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Alasan Megawati Mengapa Indonesia Harus Contoh Iran

Next Post
Harga CPO Naik, Didorong Kenaikan Harga Minyak Nabati Global dan Permintaan India

Harga CPO Menguat, Terdongkrak Akibat Minyak Nabati Global

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.