BERTUAHPOS.COM- BYD M6 DM adalah salah satu mobil dari pabrikan asal Tiongkok BYD dan berbeda dari strategi sebelumnya lebih fokus pada kendaraan listrik baterai penuh atau BEV.
Pada kali ini BYD membawa pendekatan baru melalui teknologi plug-in hybrid yang mereka namai Dual Mode (DM).
Kemudian peluncuran perdana model ini digelar di kawasan PIK 2, Tangerang, pada 18 Mei 2026, sebuah acara yang langsung menyita perhatian para pelaku industri dan media otomotif Tanah Air.
Kehadiran BYD M6 DM menandai masuknya teknologi DM 5.0 generasi terbaru ke pasar Indonesia, sebuah langkah yang dinilai strategis di tengah kondisi infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik yang masih belum merata.
Model ini diposisikan sebagai jembatan ideal antara mobil listrik penuh dan kendaraan berbahan bakar konvensional.
BYD M6 DM menawarkan fleksibilitas dan efisiensi tanpa mengorbankan kenyamanan, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang ingin bertransisi ke mobilitas elektrifikasi namun masih khawatir dengan isu jangkauan atau keterbatasan stasiun pengisian daya.
Sistem hibrida pada BYD M6 DM mengandalkan kombinasi mesin bensin 1.5 liter 4-silinder siklus Atkinson dengan motor listrik berperforma tinggi.
Kolaborasi kedua penggerak ini menghasilkan total tenaga gabungan sekitar 207 Horsepower (HP), dengan karakter berkendara yang lebih didominasi oleh nuansa listrik.
Angka ini membuat MPV keluarga tersebut mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu sekitar 9,1 detik, sebuah performa yang responsif untuk kelas kendaraan multiguna.
Selain itu, efisiensi mesin juga menjadi sorotan dengan klaim efisiensi termal yang mencapai angka mengesankan, yaitu 46,06 persen.
Inti dari teknologi DM 5.0 terletak pada kemampuannya bekerja secara otomatis melalui tiga mode utama yang disesuaikan dengan kondisi berkendara dan kapasitas baterai.
Saat baterai dalam kondisi penuh, kendaraan akan beroperasi dalam Mode EV, di mana motor listrik menjadi satu-satunya penggerak, menghadirkan pengalaman berkendara yang senyap dan halus layaknya mobil listrik murni.
Ketika daya baterai mulai menurun, sistem beralih ke Mode Series Hybrid, di mana mesin bensin menyala untuk berfungsi sebagai generator yang mengisi ulang baterai, sementara roda tetap digerakkan oleh motor listrik.
Untuk situasi yang membutuhkan tenaga ekstra, seperti akselerasi cepat atau kecepatan tinggi, sistem mengaktifkan Mode Parallel Hybrid, di mana mesin bensin dan motor listrik bekerja bersamaan untuk menghasilkan performa optimal.
Seluruh proses perpindahan mode ini diatur oleh sistem kontrol pintar sehingga transisinya berlangsung halus dan tidak terasa oleh pengemudi atau penumpang.
Melansir dari laman BYD, dari segi spesifikasi BYD M6 DM dibekali baterai berkapasitas 18,3 kWh yang mengadopsi teknologi Blade Battery (LFP) andalan BYD. Dengan kapasitas ini, kendaraan diklaim mampu menempuh jarak sekitar 100 kilometer dalam mode EV berdasarkan siklus uji WLTP.
Untuk jarak kombinasi total, baik dari tenaga baterai maupun mesin bensin, BYD M6 DM mampu mencapai jangkauan hingga 1.800 kilometer dengan konsumsi bahan bakar yang diklaim sangat irit, mencapai sekitar 65 km/liter dalam kondisi ideal.
Mobil ini menggunakan sistem penggerak roda depan (FWD) dengan transmisi tipe E-CVT atau Dedicated Hybrid Transmission.
Secara dimensi, BYD M6 DM memiliki panjang 4.710 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.690 mm dengan jarak sumbu roda 2.800 mm dan ground clearance 170 mm.
Kehadiran teknologi ini juga dilengkapi dengan berbagai fitur modern seperti head unit 12,8 inci yang dapat berotasi, sistem ADAS (Advanced Driver Assistance Systems), kamera 360 derajat, fitur V2L (Vehicle-to-Load) yang memungkinkan mobil memasok listrik ke perangkat eksternal, serta sunroof untuk menambah kesan premium.
Dengan mengusung filosofi GASS—Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit—BYD M6 DM dirancang tidak hanya untuk performa dan kenyamanan, tetapi juga efisiensi jangka panjang yang menjadi pertimbangan utama konsumen Indonesia.
Sementara itu, harga OTR Jakarta untuk BYD M6 berkisar dari Rp395 juta hingga Rp433 juta untuk versi full listrik (EV), dan mulai Rp298 juta untuk varian Plug-in Hybrid (DM-i).









