BERTUAHPOS – Raksasa otomotif asal Jerman, BMW, secara resmi mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap sejumlah lini sedan mewah mereka di pasar Australia, menyusul temuan teknis fatal pada sistem pendingin udara (AC) yang berpotensi memicu hubungan arus pendek, munculnya asap pekat, hingga risiko kebakaran hebat di dalam kabin kendaraan.
Kampanye penarikan massal ini menyasar model-model elit produksi tahun 2022 hingga 2025, mencakup kendaraan bermesin konvensional maupun bertenaga listrik murni (Electric Vehicle). Berdasarkan laporan Drive pada Senin (16/3/2026), model spesifik yang terdampak dalam peringatan keselamatan ini meliputi BMW 5 Series, i5, serta varian tertinggi BMW 7 Series dan i7.
Hasil investigasi internal mengungkapkan bahwa akar permasalahan terletak pada komponen kabel sensor sistem pendingin udara yang sangat rentan. Dokumen pemberitahuan recall resmi menyebutkan bahwa kabel pada sensor tersebut sering kali mengalami kerusakan fisik yang tidak disengaja saat kendaraan menjalani proses perawatan rutin di bengkel.
Kerusakan fisik ini biasanya terjadi ketika mekanik melakukan penggantian mikrofilter kabin, di mana posisi kabel yang sensitif sangat mudah terganggu. Kerusakan pada struktur kabel inilah yang menjadi pintu masuk utama terjadinya hubungan arus pendek atau korsleting listrik yang membahayakan sistem elektronik kendaraan secara keseluruhan.
Kondisi kabel yang rusak tersebut dapat memicu panas berlebih (overheating) pada sensor AC saat mobil dioperasikan. Jika panas tidak terkendali, komponen tersebut akan mengeluarkan asap di dalam ruang kemudi yang dapat mengganggu visibilitas pengemudi, bahkan dalam skenario terburuk, suhu tinggi tersebut mampu menyulut api dan mengakibatkan kebakaran unit secara spontan.
Otoritas keselamatan kendaraan Australia telah mengeluarkan peringatan keras bagi para pemilik model BMW terdampak agar segera melakukan pengecekan ke diler resmi. Pihak otoritas menegaskan bahwa kegagalan teknis ini merupakan ancaman nyata yang tidak hanya membahayakan keselamatan penumpang dan pengguna jalan lain, tetapi juga menimbulkan risiko kerusakan properti yang serius di sekitar kendaraan.***









