BERTUAHPOS — Rencana Chairman Toyota Motor Corp., Akio Toyoda, untuk membeli seluruh saham Toyota Industries Corp. senilai ¥4,7 triliun atau sekitar Rp531 triliun mengalami penundaan. Proses akuisisi ini tertunda karena memerlukan waktu lebih lama untuk mendapatkan persetujuan dari otoritas persaingan usaha di berbagai negara.
Menurut pernyataan resmi Toyota Industries pada Senin, 6 Oktober 2025, penawaran tender yang semula dijadwalkan dimulai pada Desember 2025 kini kemungkinan baru terlaksana paling cepat pada Februari 2026.
Rencana privatisasi tersebut diumumkan pertama kali pada Juni lalu, melibatkan unit properti milik grup Toyota yang akan mengambil alih seluruh saham Toyota Industries.
Hambatan regulasi ini menjadi tantangan awal bagi Toyoda dalam memperkuat kendali keluarga atas kerajaan bisnis Toyota, salah satu grup korporasi terbesar di Jepang. Sejumlah investor menolak rencana akuisisi ini karena menilai valuasi penawaran terlalu rendah dibandingkan nilai pasar saham.
Dalam rencana tersebut, Toyota Fudosan Co. — perusahaan properti yang dipimpin langsung oleh Toyoda — akan menawarkan harga ¥16.300 per saham (sekitar Rp1,83 juta), atau diskon 11% dari harga penutupan saham saat pengumuman.
Toyota Industries, yang dikenal sebagai produsen forklift, mesin tenun, dan suku cadang kendaraan, merupakan cikal bakal lahirnya Toyota Motor, kini produsen mobil terbesar di dunia.
Toyota Industries mengungkapkan telah memperoleh persetujuan dari Australia, Kanada, Israel, dan Afrika Selatan, sementara izin dari negara lainnya masih dalam proses. Prosedur diharapkan selesai pada pertengahan Januari 2026 atau setelahnya.
Langkah privatisasi ini secara teori akan mengakhiri struktur “parent-child” yang kerap dikritik di Jepang, sejalan dengan dorongan pemerintah untuk menghapus kepemilikan silang antarperusahaan besar. Namun, langkah ini juga akan memperkuat pengaruh keluarga Toyoda terhadap jaringan bisnis Toyota.
Untuk mendanai akuisisi, tiga bank terbesar Jepang — Mitsubishi UFJ Financial Group, Sumitomo Mitsui Financial Group, dan Mizuho Financial Group — akan memberikan pinjaman ¥2,8 triliun (sekitar Rp316 triliun). Sementara itu, Akio Toyoda secara pribadi akan menanamkan investasi ¥1 miliar (sekitar Rp113 miliar) ke dalam entitas induk baru yang akan memimpin proses privatisasi Toyota Industries.***









