BERTUAHPOS.COM, BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat tingkat serapan dana transfer pusat mencapai 98,24 persen dari total Rp11,69 triliun pada tahun anggaran berjalan.
Dari jumlah tersebut, kini hanya tersisa sekitar Rp182 miliar dalam Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut keberhasilan serapan ini menjadi bukti komitmen Pemprov Jabar dalam mengoptimalkan belanja publik, terutama untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat.
“Kami ingin menggenjot seluruh pembangunan infrastruktur jalan dengan drainasenya, dengan PJU-nya. Kami ingin menggenjot normalisasi sungai, jaringan listrik ke masyarakat menengah ke bawah, pembangunan ruang kelas baru, serta peningkatan layanan kesehatan,” ujar Dedi, Kamis (13/11/2025).
Berdasarkan laporan realisasi keuangan, Dana Alokasi Umum (DAU) terealisasi 99,36 persen, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar 98,77 persen, dan DAK Non-Fisik—yang mencakup BOS Reguler, Tunjangan Profesi Guru (TPG), hingga layanan kesehatan—menyentuh 99,85 persen.
Dedi menegaskan, serapan tinggi ini tidak hanya mencerminkan kinerja fiskal yang baik, tetapi juga efektivitas Pemprov Jabar dalam menjalankan program prioritas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Ia menambahkan, Pemprov Jabar kini tengah mempersiapkan rapat koordinasi dengan Bina Marga dan Jasa Marga di Karawang untuk membahas pembenahan jalan nasional serta normalisasi sungai di seluruh wilayah provinsi.
“Saya ingin membenahi seluruh jalan nasional di Jawa Barat yang terlihat kumuh akibat perubahan peruntukan. Kami juga akan menormalisasi sungai agar banjir bisa dicegah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dedi menyebut bahwa setelah dana transfer pusat hampir terserap seluruhnya, pemerintah daerah kini mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menuntaskan sejumlah proyek pembangunan.
“Kami sekarang tinggal mengharapkan dana dari pendapatan asli daerah Provinsi Jawa Barat untuk menyelesaikan pembangunan,” pungkasnya.***




































