BERTUAHPOS.COM — Presiden Prabowo Subianto merespon santai terhadap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini. Dia meminta masyarakat tidak perlu panik berlebihan.
Presiden Prabowo menyampaikan hal itu dalam acara peresmian operasional 1.601 Koperasi Merah Putih, Minggu, 17 Mei 2026, yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga dengan sektor pangan dan energi yang dinilai aman di tengah ketidakpastian global.
Ia bahkan menjadikan ekspresi wajah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai indikator kondisi ekonomi nasional yang bisa dijadikan patokan ketenangan masyarakat.
“Purbaya sekarang populer banget. Selama Purbaya bisa senyum, tenang aja enggak usah kalian khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar,” ujar Prabowo disambut tawa hadirin.
Prabowo juga mengatakan bahwa mayoritas masyarakat di pedesaan tidak menggunakan dolar dalam aktivitas ekonomi sehari-hari, sehingga fluktuasi kurs tidak berdampak langsung pada kehidupan mereka. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan fokus pada kegiatan produktif.
“Pangan aman, energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” tegas Prabowo menggambarkan kondisi nilai tukar rupiah saat ini yang menurutnya tidak perlu direspons berlebihan oleh masyarakat luas.
Prabowo kemudian berseloroh bahwa pihak yang paling terdampak pelemahan rupiah adalah mereka yang sering bepergian ke luar negeri. Ia pun langsung menggoda sejumlah pejabat dan pengusaha yang hadir dalam acara tersebut dengan nada bercanda.
“Yang pusing yang suka keluar negeri. Ayo siapa ini? Mbak Titiek ini pusing ini. Menteri tapi pengusaha, coba kucek. Trenggono ah Trenggono?” kata Prabowo sambil berkelakar di hadapan para tamu undangan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi yang akrab disapa Mbak Titiek ikut disebut dalam candaan Presiden tersebut sebagai salah satu yang disebut paling merasakan dampak penguatan dolar.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani juga tak luput dari sindiran ringan Prabowo.
Pernyataan Prabowo ini muncul di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang masih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global dan penguatan dolar AS secara luas.[]









