BERTUAHPOS – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengonfirmasi bahwa ketahanan pangan Indonesia saat ini berada dalam posisi yang sangat kuat.
Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, stok beras nasional telah menyentuh angka 4,5 juta ton, yang diklaim sebagai pencapaian tertinggi sejak Indonesia merdeka.
Angka ini menjadi bantalan krusial di tengah ancaman fenomena iklim El Nino dan ketidakpastian geopolitik global.
Mentan Amran melakukan inspeksi mendadak ke gudang Bulog di Makassar untuk memvalidasi data stok secara rill.
Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa ketersediaan beras di gudang-gudang pemerintah sangat melimpah dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Capaian ini melampaui rata-rata cadangan pangan tahun-tahun sebelumnya, sekaligus memberikan sinyal positif bagi stabilitas harga di pasar domestik.
“Gudang penuh, stok [beras] melimpah. Hari ini saya turun langsung mengecek kondisi riil cadangan beras di gudang Bulog Makassar, memastikan data yang dilaporkan benar-benar sesuai di lapangan. Alhamdulillah, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ujar Amran lewat akun media sosial Instagram pribadinya, Senin, 6 April 2026.
Pemerintah optimistis tren kenaikan cadangan pangan ini akan terus berlanjut. Produksi di sentra-sentra padi seperti Sulawesi Selatan menunjukkan lonjakan yang signifikan.
Peningkatan produktivitas ini merupakan buah dari transformasi pertanian modern dan perbaikan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang mendorong petani lebih bergairah dalam berproduksi.
“Di Sulawesi Selatan, yang sebelumnya [produksi beras] hanya sekitar 300.000 ton, kini sudah menembus lebih dari 700.000 ton,” ujarnya.
Dengan tren positif ini, Kementerian Pertanian menargetkan cadangan beras bisa segera menyentuh angka psikologis 5 juta ton guna menjamin kedaulatan pangan nasional hingga setahun ke depan.
“InsyaAllah, dalam waktu dekat stok bisa menembus 5 juta ton, bahkan terus bertambah. Dengan kondisi ini, saya pastikan pangan aman, stok cukup, dan kebutuhan masyarakat untuk 11 bulan ke depan terjaga. Tidak perlu ragu,” ucap Mentan.
Di sisi lain, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog terus memitigasi risiko El Nino yang diprediksi melanda wilayah selatan ekuator pada Mei mendatang.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa penguatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) menjadi strategi utama dalam menghadapi musim kemarau ekstrem yang dilaporkan oleh BRIN.
“Kami sesuai arahan Bapak Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, mitigasi pertamanya, artinya kami begitu mendengar ada fenomena El Nino yang akan terjadi, tentu kita sudah menyiapkan kewaspadaan. Penguatan cadangan pangan menjadi ujung tombak kita,” kata Ketut Astawa di Jakarta.
Selain beras, pemerintah juga memperkuat stok komoditas strategis lainnya. Hingga 2 April 2026, tercatat stok jagung pakan tersedia 168 ribu ton, minyak goreng 121.000 kiloliter, serta ribuan ton daging sapi dan gula pasir.
Kolaborasi intensif antara Kementerian Pertanian dan Bapanas memastikan penyerapan gabah petani lokal berjalan maksimal untuk mengisi gudang-gudang CPP di seluruh Indonesia.
“Kami berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, tentu di sisi produksi harus diperkuat. Kemudian penyerapan oleh Bulog dalam rangka penguatan CPP menjadi titik krusial yang harus kita lakukan. Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk melakukan penyerapan gabah yang akan diolah menjadi beras, sebagai penguatan CPP,” ujar Ketut.***









