BERTUAHPOS – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan target produksi pangan strategis pada tahun 2026 sebagai langkah memperkuat swasembada pangan nasional. Target ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menekan ketergantungan impor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Amran menjelaskan, Kementerian Pertanian (Kementan) akan fokus meningkatkan produksi pangan utama agar mampu mensubstitusi impor dan mendorong ekspor. Selain itu, Kementan juga mengembangkan hilirisasi komoditas strategis guna menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Dalam rangka menjaga keberlanjutan swasembada pangan, program prioritas Kementerian Pertanian tahun 2026 mencakup peningkatan produksi komoditas strategis, termasuk padi, jagung, telur, susu, dan daging sapi,” kata Amran di DPR RI, 3 September 2025.
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN, Heri Dermawan, menilai Kementan berhasil menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya beras. Ia berharap harga beras nasional bisa segera terkoreksi agar lebih terjangkau masyarakat.
“Saya apresiasi laporan Kementan yang bisa menjaga harga-harga bahan pokok tetap stabil. Bahkan harga beras mulai terkoreksi, meski belum menyeluruh. Mudah-mudahan bisa segera merata,” ungkap Heri.
Heri juga memuji rancangan program prioritas Kementan tahun 2026 yang dinilainya komprehensif. Program tersebut mencakup peningkatan produksi pangan, pencetakan sawah baru, optimalisasi lahan, penyediaan air pertanian, benih unggul, pupuk bersubsidi, penyediaan alat dan mesin pertanian, hingga penyuluhan dan regenerasi petani.
“Kalau program ini terlaksana, kebangkitan swasembada pangan akan segera tercapai. Saya optimis Indonesia bisa makmur,” tambahnya.
Berikut target pemerintah terkait produksi beberapa komoditas pangan utama tahun 2026:
- Beras: 33,8 juta ton
- Jagung: 22,70 juta ton
- Kedelai: 343 ribu ton
- Cabai: 3,08 juta ton
- Bawang Merah: 2 juta ton
- Kopi: 786 ribu ton
- Kakao: 633 ribu ton
- Kelapa: 2,89 juta ton
- Daging sapi/kerbau: 514,07 ribu ton
- Daging ayam: 4,34 juta ton
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu lumbung pangan dunia.***









