• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

BGN Prioritaskan Daerah 3T, MBG Di Tangan Nanik Berubah Arah

Pedrianto by Pedrianto
5 Juni 2026
BGN Prioritaskan Daerah 3T, MBG Di Tangan Nanik Berubah Arah

Nanik S Deyang | Foto: Kompas.com.)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Program MBG atau Makan Bergizi Gratis memasuki babak baru pada 2026. Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan baru memilih mengutamakan kualitas layanan, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta perbaikan tata kelola dibanding mengejar peningkatan jumlah penerima program.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang, Kamis, 4 Juni 2026. Dia menegaskan bahwa pihaknya telah meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengubah fokus pelaksanaan program.

“Tahun 2026 ini mohon Bapak kami tidak mengejar kuantitas, kami akan perbaiki kualitas,” ujar Nanik.

Dalam konferensi pers perdananya di Kantor BGN, Nanik menjelaskan bahwa evaluasi pelaksanaan MBG selama ini menunjukkan perlunya pembenahan di berbagai sektor. Perbaikan tersebut mencakup tata kelola program, sistem pengawasan, hingga kualitas makanan bergizi yang diterima masyarakat.

Menurutnya, BGN tidak ingin hanya berorientasi pada pencapaian angka penerima manfaat yang besar. Lembaga tersebut juga ingin memastikan setiap paket makanan yang disalurkan memenuhi standar gizi dan benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan.

“Kami tidak hanya ingin mengejar angka. Yang paling penting adalah memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi yang berkualitas,” katanya.

Sebagai bagian dari strategi baru, BGN akan melakukan penajaman sasaran penerima MBG. Program ini akan lebih difokuskan kepada masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kelompok yang memiliki tingkat kebutuhan lebih tinggi.

Nanik mengungkapkan pihaknya akan mengevaluasi kembali sekolah-sekolah yang selama ini menjadi penerima manfaat program. Evaluasi dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah tersalurkan secara lebih tepat sasaran.

“Misalnya nanti akan kita juga kalau ada sekolah-sekolah yang mahal gitu kan kita tanya apakah masih perlu MBG? Nah, ini yang kita alihkan ke 3T,” ujarnya.

Ia menegaskan langkah tersebut bukan bertujuan mengurangi manfaat program MBG. Kebijakan itu justru diarahkan agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain memperbaiki kualitas program, pimpinan baru BGN juga menjadikan efisiensi anggaran sebagai prioritas utama. Langkah ini diambil setelah anggaran program mengalami pengurangan.

“Kami concern hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran, sehingga meskipun sekarang sudah dipotong Rp2 triliun, tinggal Rp268 triliun, kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran,” kata Nanik.

Menurutnya, efisiensi yang dilakukan tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kepada penerima manfaat. BGN ingin memastikan setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Nanik juga memperkenalkan dirinya sebagai Kepala BGN yang baru. Ia menyebut latar belakangnya sebagai sarjana biologi menjadi modal penting dalam mengelola program gizi nasional. “Saya Nanik S Deyang, Sarjana Biologi. Tadinya Wakil Kepala BGN,” ujarnya.

Nanik didampingi dua wakil kepala BGN yang baru ditunjuk Presiden Prabowo, yakni Agustina Arumsari dan Trenggono. Menurut Nanik, Agustina memiliki pengalaman panjang di bidang pengawasan dan audit. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

“Tugas dari Pak Presiden, beliau akan mengawasi super ketat tata kelola dan keuangan negara yang di BGN,” kata Nanik.

Sementara itu, Trenggono akan membantu memperkuat aspek manajemen dan operasional program MBG. Nanik juga menyebut proses pengunduran diri Trenggono dari dinas militer aktif saat ini masih berlangsung.

Pergantian kepemimpinan BGN terjadi setelah Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Dadan bersama dua mantan wakil kepala BGN telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan tata kelola program MBG.

Perubahan arah kebijakan ini menandai upaya BGN membangun kembali kepercayaan publik terhadap program MBG. Fokus pada kualitas, pengawasan yang lebih ketat, serta distribusi yang lebih tepat sasaran diharapkan mampu meningkatkan efektivitas program gizi nasional di seluruh Indonesia.

Tags: BGNMBGnasional
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Pedrianto

Pedrianto


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke eMail: redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Agar Defisit Tidak Membengkak, Anggaran MBG untuk 2027 Perlu Dipangkas
Nasional

BGN Ubah Skema Insentif Dapur MBG Jadi Rp2.000 per Porsi

...

Read moreDetails
Realisasi Anggaran MBG Tembus Rp139,77 Triliun, BGN Akui 17,56 Juta Jiwa Belum Terjangkau Program

Realisasi Anggaran MBG Tembus Rp139,77 Triliun, BGN Akui 17,56 Juta Jiwa Belum Terjangkau Program

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

Organisasi Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Indonesia di SSF Summit Roma

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Alasan Mengapa Tiga Komoditas Ekspor Senilai Lebih Rp1,2 Triliun Dipelototi DSI

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Jumhur Hidayat Sebut Perdagangan Karbon Jadi Nggak Oke Jika Masyarakat Tidak Sejahtera

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Wamendagri Bima Arya: Masyarakat Adat Harus Jadi Subjek Utama Perumusan Kebijakan

Next Post
Pocong Jadi-Jadian di Kulim Ternyata Tunawisma, Ini Penjelasan Polisi

Pocong Jadi-Jadian di Kulim Ternyata Tunawisma, Ini Penjelasan Polisi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.