BERTUAHPOS — Saat ini, penetapan harga eceran tertinggi untuk komoditi beras masih berlaku sistem zonasi. Pemerintah menargetkan kebijakan beras satu harga sudah efektif diberlakukan di 2026.
Kebijakan beras satu harga akan diprioritaskan bagi masyarakat di wilayah Timur Indonesia. Dengan demikian, harga besar di Papua akan sama dengan harga beras di Pulau Jawa. Saat ini, harga beras di daerah ujung Timur itu bisa tembus di atas Rp15.000/Kg.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut penerapan kebijakan tersebut membutuhkan revisi aturan terkait Bulog, terutama mengenai margin penjualan. Saat ini, margin keuntungan Bulog dinilai terlalu kecil untuk menopang biaya distribusi.
“Keuntungan Bulog hanya sekitar Rp150 miliar dari penjualan 3 juta ton Cadangan Beras Pemerintah. Tidak mungkin Bulog bisa mensubsidi biaya logistik ke wilayah timur dengan keuntungan seperti itu,” kata Zulhas.
Adapun margin yang selama ini akan dinikmati Bulog hanya sekitar Rp50 per kilogram. Karena itu, pemerintah akan membahas peningkatan margin bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) agar Bulog memiliki ruang pendanaan lebih besar, terutama untuk distribusi ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Rencana kebijakan ini akan difinalkan melalui rapat koordinasi terbatas, kemudian dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum ditetapkan dalam regulasi resmi.
Saat ini, penetapan harga beras masih berdasarkan zonasi. Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium dibagi menjadi tiga zona: Zona 1 sebesar Rp13.092 per kg, Zona 2 Rp13.740 per kg, dan Zona 3 sebesar Rp15.558 per kg. Badan Pangan Nasional mencatat rata-rata nasional harga beras medium saat ini mencapai Rp13.536 per kg.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyebut kebijakan ini diharapkan mendorong industri untuk fokus memproduksi beras medium. Pemerintah menargetkan kisaran harga beras satu harga berada di level sekitar Rp13.500 per kilogram.
“Kami ingin arah Beras Satu Harga berada di kisaran Rp13.500 per kg. Dengan begitu, produksi beras medium bisa meningkat,” ujarnya.***









