• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Anak Rentan Terpapar Paham Radikal, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Minta Orangtua Perketat Pengawasan Media Sosial

Reni by Reni
19 November 2025
107
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi data Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang mengungkap sejumlah besar anak di Jabar berusia 10–18 tahun diduga terpapar atau direkrut jaringan terorisme melalui platform digital.

Menurut Dedi, tingginya jumlah penduduk dan penggunaan media sosial di Jawa Barat berbanding lurus dengan tingginya potensi paparan konten berbahaya, termasuk ideologi kekerasan.

“Problematika itu tertinggi karena jumlah anak-anak di Jawa Barat juga paling tinggi di Indonesia. Penggunaan media sosialnya paling tinggi, jadi informasi apa pun masuk dan diterima,” ujar Dedi di Gedung Sate, Rabu (19/11/2025).

Dedi menegaskan bahwa radikalisasi tidak semata-mata terjadi lewat media sosial. Ia mencontohkan kasus pelajar SMA 72 Jakarta yang membuat bom setelah menjadi korban perundungan.

“Cukup buka aplikasi apa pun, semua akses informasi terbuka. Contohnya kasus SMA 72 itu. Anak di-bully kok bisa bikin bom, artinya akses informasi begitu luas,” katanya.

Dedi menekankan bahwa pengawasan utama tetap berada di tangan keluarga, terutama orangtua. Pemerintah, kata dia, tidak bisa masuk terlalu jauh ke ranah personal anak.

“Yang paling punya peran besar itu orangtua. Mereka harus mengendalikan dan mengawasi penggunaan media sosial anaknya,” ujar Dedi.

Ia juga mengingatkan kebijakan Pemprov untuk membatasi penggunaan gawai di sekolah menengah pertama (SMP). Namun pada praktiknya, masih ada orangtua yang tetap memberikan ponsel kepada anak.

“Kalau SMP kan sudah tegas enggak boleh bawa gawai, tapi orangtuanya sering tetap memberi,” ucapnya.

Dedi menegaskan Pemprov Jabar telah melakukan berbagai langkah pencegahan agar anak tidak mudah terpapar paham radikal. Meski begitu, tanpa kolaborasi orangtua, risiko tetap besar.

“Kami tidak bisa mengintervensi hak-hak personal anak. Itu kembali ke pola asuh orangtua dan bagaimana mereka memberi akses informasi,” katanya.

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut terdapat 110 anak di 23 provinsi diduga terlibat jaringan terorisme. Wilayah paling banyak berasal dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Wilayah terbesar berada di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” ujar Trunoyudo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (18/11/2025).***

Tags: JabarPemprov Jabar
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Reni

Reni

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Nasional

Gubernur Dedi Perintahkan BTT Segera Dicairkan, Mitigasi Bencana Tak Boleh Ditunda

...

Read moreDetails

Dedi Mulyadi Dorong Setiap Kecamatan di Jabar Miliki Satu Lapangan Sepak Bola Standar Nasional

Gubernur Dedi Wacanakan Ubah Hari Jadi Jabar, Berpatokan pada Prabu Siliwangi Naik Takhta 1482

Kepala Disdik Jabar Purwanto

Guru Kunci Kemajuan Pendidikan, Disdik Jabar Rayakan HGN 2025 dengan Penghargaan untuk 33 GTK Berprestasi

4.500 Sekolah di Jawa Barat Terima Smartboard Bantuan Presiden Prabowo

Memainkan Angklung, Merawat Kekayaan Jawa Barat

Next Post

Gerakan “Poe Ibu” Terkumpul Rp1,485 Miliar, 787 Warga Jabar Sudah Terbantu

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.