• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Warning Riau dan Kalimantan Barat

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
21 April 2026
Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Warning Riau dan Kalimantan Barat

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.

511
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar penguatan sistem deteksi dini diperkuat guna mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi memicu kebakaran hutan. Penurunan curah hujan secara signifikan mulai membayangi sejumlah titik rawan di Indonesia seiring masuknya periode transisi iklim pada tahun ini, terutama di Provinsi Riau dan Kalimantan Barat.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral. Menurutnya, dinamika iklim global saat ini menunjukkan indeks ENSO dan IOD masih berada pada posisi netral sebelum memasuki fase krusial.

BMKG memprakirakan potensi perkembangan El Nino kategori lemah hingga moderat akan muncul pada semester kedua tahun 2026. “Dampaknya tetap perlu kita waspadai terutama karena beriringan dengan periode musim kemarau,” kata Teuku Faisal Fathani.

Faisal menjelaskan bahwa kemarau bukan berarti hilangnya hujan secara total, melainkan penurunan intensitas di bawah ambang batas klimatologis. Penurunan curah hujan di Kalimantan Barat, misalnya, terpantau mulai terjadi sejak Mei mendatang, khususnya pada wilayah yang berada di selatan garis khatulistiwa.

Puncak kekeringan diperkirakan melanda pada Agustus hingga September sebelum kelembapan udara kembali meningkat saat memasuki Oktober. “Kondisi inilah yang terjadi pada tahun 2015, 2019, 2023, serta diprediksi mulai tahun 2026 ini,” ujar Faisal.

Optimalisasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menjadi langkah konkret untuk menjaga kondisi basah pada lahan gambut yang rentan terbakar. BMKG bersama BNPB terus memanfaatkan pertumbuhan awan yang masih tersedia guna melakukan penyemaian garam secara intensif di langit Kalimantan.

Hasil positif dari pelaksanaan OMC di beberapa daerah terbukti mampu menekan kemunculan titik panas secara signifikan melalui hujan buatan. Strategi ini menjadi tameng utama dalam meredam dampak buruk fenomena cuaca ekstrem yang mengancam kelestarian lingkungan hidup dan kesehatan warga.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menginstruksikan seluruh aparat untuk siaga penuh di garda terdepan. TNI, Polri, dan pemerintah daerah wajib memastikan kesiapan alat utama sistem pertahanan bencana guna mewujudkan target nol kebakaran hutan.

Infrastruktur pendukung di Pelabuhan Dwikora dan Stasiun Meteorologi Supadio mendapatkan peninjauan khusus guna mengantisipasi gangguan akibat cuaca ekstrem. “Seluruh komponen bangsa harus meningkatkan mitigasi dan kerja sama agar Karhutla dapat ditekan hingga seminimal mungkin,” kata Djamari Chaniago.[]

Tags: BMKGcuacaKarhutlalingkungan
Share12Tweet8Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Kabut Asap Pekat Ganggu Penerbangan di Pekanbaru, Sejumlah Pesawat Delay hingga Batal

...

Read moreDetails
Operasi Pemadaman Karhutla Riau Berlanjut, Sejumlah Titik Belum Padam

11.370 Warga Riau Terserang ISPA Akibat Kualitas Udara Tidak Sehat

21 Puskesmas Disiagakan Antisipasi Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat di Pekanbaru

21 Puskesmas Disiagakan Antisipasi Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat di Pekanbaru

Bandara SSK II Pekanbaru Lakukan Uji Kekuatan Tanah Runway, Jam Operasional Dibatasi

Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Normal

APHI Riau Gotong Royong dan Kolaborasi Tingkat Tapak Cegah dan Pemadaman Karhutla Paling Efektif

PBPH Bantu Pemadaman Karhutla di Pelalawan, APHI Riau Perkuat Perlindungan Desa

PBPH Bantu Pemadaman Karhutla di Pelalawan, APHI Riau Perkuat Perlindungan Desa

Next Post
KAJIAN ISLAM: Teguran Allah, Pentingnya Taubat dan Menjaga Hati

KAJIAN ISLAM: Teguran Allah, Pentingnya Taubat dan Menjaga Hati

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.