BERTUAHPOS – Kondisi yang belum pulih pascabencana alam, mengharuskan Pemprov Sumatra Barat memperpanjang status tanggap darurat bencana.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menegaskan hingga saat ini kondisi di lapangan masih jauh dari kata “pulih”.
Dalam keterangan pers melalui kanal resmi pemerintah daerah, dia mengumumkan bahwa status tanggap darurat bencana Sumbar telah diperpanjang hingga 22 Desember 2025—14 hari ke depan.
“Proses pencarian korban masih harus dilakukan. Kondisi sarana dan prasarana dasar, fasilitas umum dan kondisi infrastruktur yang belum maksimal menjadi alasan mengapa status ini diperpanjang,” sebutnya.
Dengan perpanjangan ini, Pos Komando (Posko) Terpadu dan Pos Pendamping Provinsi dapat mengoptimalkan penggelaran sumber daya, baik dari tingkat provinsi maupun dukungan penuh dari unsur nasional.
Pemprov Sumber berharap langkah ini dapat mempercepat penanganan darurat di seluruh wilayah terdampak.
“Kami berharap ada percepatan-percepatan dalam penanganan kondisi darurat ini,” ujar Mahyeldi
Ia juga meminta seluruh bupati dan wali kota terdampak untuk segera melengkapi pendataan kerusakan dan kebutuhan di lapangan.
Data tersebut diperlukan untuk menyusun langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di berbagai wilayah Sumbar.
Sementara itu, data Pos Pendamping Nasional per 8 Desember 2025 mencatat 234 korban meninggal, 95 orang hilang, dan 20.474 warga mengungsi.
Posko kabupaten dan kota terdampak terus mendapatkan dukungan dari pemerintah, organisasi kemanusiaan, masyarakat, dan pihak swasta.
Upaya pemulihan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, jaringan air bersih, serta distribusi logistik masih berjalan intensif.
“Seluruh proses pemulihan akan diprioritaskan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas dengan aman,” jelasnya.***









