BERTUAHPOS.COM — Upaya restorasi terhadap sekitar 252 juta hektare lahan di berbagai belahan dunia pada 2026 diperkirakan menciptakan 32 juta green jobs pada 2030.
Proyeksi itu tercantum dalam laporan “Nature’s Comeback: Scaling ecosystem restoration for people and planet” yang disusun FAO, UNEP, dan Sekretariat CBD.
Luas 252 juta hektare yang sedang direstorasi tersebar di 149 negara dengan luas lahan gabungan 12,1 miliar hektare. Sekitar 1,5 miliar hektare di antaranya termasuk lahan terdegradasi atau mengalami penurunan kualitas maupun kerusakan.
Dari sisi wilayah, Asia menyumbang bagian terbesar dengan 192,2 juta hektare atau 76,3% dari total global. Afrika menyusul dengan 36,3 juta hektare atau 14,4%, disusul Eropa 9,1 juta hektare atau 3,6%.
Amerika Utara dan Tengah mencatat 5,8 juta hektare atau 2,3%, Amerika Selatan 5,4 juta hektare atau 2,1%, dan Oseania 3,2 juta hektare atau 1,3%. Sebaran itu menunjukkan beban restorasi terkonsentrasi di Asia.
Sebagian besar restorasi berada di lahan darat dengan ekosistem darat mencakup sekitar 232 juta hektare atau 92% dari total area. Ekosistem air tawar mencakup sekitar 11 juta hektare atau 4%, sedangkan ekosistem laut dan pesisir meliputi sekitar 5,7 juta hektare atau 2%.
Sisanya sekitar 3,2 juta hektare dilaporkan tanpa perincian berdasarkan jenis ekosistem. Lebih dari 1 juta lapangan kerja hijau telah tercipta sejauh ini, dengan potensi tambahan hingga 32 juta pada 2030.
PBB mendefinisikan restorasi lahan sebagai proses pemulihan ekologis suatu lokasi menjadi lanskap dan habitat alami yang aman bagi manusia, satwa liar, dan komunitas tumbuhan.
Tujuannya mengembalikan fungsi lahan demi mendukung kehidupan, ketahanan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.*







