• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Prediksi BMKG: Ancaman Karhutla 2026 Akan Lebih Berat

BMKG memperingatkan potensi karhutla 2026 lebih berat karena curah hujan di bawah normal. Puncak kemarau diprediksi terjadi Juni–Agustus.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
6 Maret 2026
Data tersebut terpantau pada Rabu malam, 15 Juli 2026, hingga pukul 23.00 WIB.

Foto: Dok. Bertuahpos

146
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa potensi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026 akan semakin berat dari tahun-tahun sebelumnya. Pemicunya karena curah hujan diperkirakan berada di bawah normal di sejumlah wilayah Indonesia.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan peringatan tersebut usai menghadiri apel siaga Karhutla nasional di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, pada 5 Maret 2026. Kondisi iklim tahun ini perlu diantisipasi sejak dini oleh pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Faisal, data pemantauan BMKG menunjukkan curah hujan di beberapa wilayah berada di bawah rata-rata normal. Situasi ini meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah yang berada di sekitar garis khatulistiwa.

“Curah hujan tahun ini berada di bawah normal. Karena itu kita harus bersiap menghadapi potensi karhutla yang tantangannya diprediksi lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Faisal.

Ia menjelaskan, sejumlah wilayah yang berada di sekitar garis equator seperti Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat saat ini sedang memasuki fase yang disebut sebagai kemarau kecil. Pada periode ini hujan masih mungkin terjadi, tetapi intensitasnya rendah dan berlangsung dalam waktu singkat.

“Di wilayah sekitar equator, seperti Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat, kondisinya kita sebut kemarau kecil. Sesekali masih ada hujan, tetapi tidak berlangsung lama,” jelasnya.

BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau di wilayah tersebut akan terjadi pada periode Juni hingga Agustus mendatang. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG masih membuka peluang melakukan upaya penyemaian awan guna memicu turunnya hujan. Metode ini diharapkan dapat menjaga kelembapan lahan sehingga potensi kebakaran dapat ditekan. “Selama masih memungkinkan, kita bisa melakukan penyemaian awan agar hujan turun sehingga tanah tetap basah,” kata Faisal.

Selain itu, BMKG terus melakukan pemantauan kondisi cuaca secara intensif di berbagai daerah. Dalam upaya pengendalian risiko karhutla, BMKG juga menjalin kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang dinilai rawan kebakaran.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan bekerja sama dengan BNPB untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca di daerah-daerah yang rawan karhutla,” tutupnya.***

Tags: Karhutlalingkungan
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Kabut Asap Pekat Ganggu Penerbangan di Pekanbaru, Sejumlah Pesawat Delay hingga Batal

...

Read moreDetails
Operasi Pemadaman Karhutla Riau Berlanjut, Sejumlah Titik Belum Padam

11.370 Warga Riau Terserang ISPA Akibat Kualitas Udara Tidak Sehat

21 Puskesmas Disiagakan Antisipasi Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat di Pekanbaru

21 Puskesmas Disiagakan Antisipasi Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat di Pekanbaru

APHI Riau Gotong Royong dan Kolaborasi Tingkat Tapak Cegah dan Pemadaman Karhutla Paling Efektif

PBPH Bantu Pemadaman Karhutla di Pelalawan, APHI Riau Perkuat Perlindungan Desa

PBPH Bantu Pemadaman Karhutla di Pelalawan, APHI Riau Perkuat Perlindungan Desa

150 Hotspot Muncul di Riau, Kualitas Udara di Pekanbaru Masih Tidak Sehat

150 Hotspot Muncul di Riau, Kualitas Udara di Pekanbaru Masih Tidak Sehat

Next Post
Maksimal Rp5,3 Juta, BI Riau Buka Kas Keliling Terpadu 10-12 Maret 2026

Maksimal Rp5,3 Juta, BI Riau Buka Kas Keliling Terpadu 10-12 Maret 2026

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.