• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pemprov Riau Akui Sektor Kehutanan Masih Berkontribusi Besar Terhadap Emisi Gas Rumah Kaca

“Semua ide-ide strategis yang berkaitan dengan masalah perubahan iklim yang kita hadapi sekarang, seharusnya bisa lahir ide-ide strategis dari forum ini. Kita butuh solusi konkret.”

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
30 Januari 2026
Pemprov Riau Akui Sektor Kehutanan Masih Berkontribusi Besar Terhadap Emisi Gas Rumah Kaca

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam forum Green for Riau | Foto: Dok. MCR.

163
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Pemprov Riau secara sadar mengakui bahwa sektor kehutanan masih berkontribusi sangat besar terhadap emisi gas rumah kaca di Bumi Lancang Kuning—dengan posri mencapai 80% dari jumlah totalnya.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, ingin lokakarya Green for Riau Initiative dapat merancang penyelarasan kebijakan, proses teknis, serta kolaborasi multipihak yang sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Riau. Adapun kegiatan tersebut telah berlangsung di Pekanbaru, pada Kamis, 29 Januari 2026.

“Semua ide-ide strategis yang berkaitan dengan masalah perubahan iklim yang kita hadapi sekarang, seharusnya bisa lahir ide-ide strategis dari forum ini. Kita butuh solusi konkret. Green for Riau masih menjadi agenda penting sebagai kerangka pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan,” tegasnya dalam forum itu.

Riau, sejauh ini dianggap berperan penting dalam berbagai agenda mitigasi perubahan iklim, khususnya di tingkat daerah—yang mencakup sektor berbasis lahan—yang selama ini menjadi tantangan utama.

SF Hariyanto bahkan mengakui bahwa sektor kehutanan di Riau masih menjadi kontributor terbesar emisi gas rumah kaca (GRK) di Riau, dengan porsi mencapai lebih dari 80% dari total emisi daerah.

Walau begitu, Hariyanto yakin, Riau telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam kurun waktu lima tahun, provinsi ini dianggap berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca hingga di angka 13%.

Ini sebuah capaian penting untuk memperkuat peran Riau dalam mendukung agenda iklim nasional ke depan. Secara nasional, Provinsi Riau juga ditargetkan berkontribusi dalam pencapaian FOLU Net Sink 2030, serta penurunan intensitas emisi gas rumah kaca jangka panjang hingga mendekati 90% pada 2045.

Dalam konteks kebijakan tersebut, SF Hariyanto menjelaskan Green for Riau yang diluncurkan pada Mei 2025 kini telah memasuki fase lanjutan yang lebih implementatif.

Program ini diposisikan sebagai platform untuk memperkuat kesiapan pelaksanaan REDD+ berbasis yurisdiksi di Provinsi Riau, dengan penekanan pada penguatan aksi mitigasi di sektor berbasis lahan.

“Fokusnya jelas, yakni mendorong aksi mitigasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat adat, agar pembangunan berkelanjutan dan perlindungan lingkungan dapat berjalan seiring,” pungkas SF Hariyanto.***




Green for Riau

Tags: lingkunganperubahan iklim
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius Tertinggi Sepanjang Sejarah
Internasional

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius-Tertinggi Sepanjang Sejarah

...

Read moreDetails
WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Next Post
BRK Syariah Mantapkan Kinerja Dana melalui Evaluasi dan Pengembangan Sumber Daya Insani Funding

BRK Syariah Mantapkan Kinerja Dana melalui Evaluasi dan Pengembangan Sumber Daya Insani Funding

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.