BERTUAHPOS.COM — Pemprov Riau menyadari dampak dari el nino, yang dapat menyebabkan kekeringan, sangat berpotensi terhadap meningkatnya risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kajian mengenai hal tersebut sudah banyak dipublikasikan, dan BMKG telah menyampaikan kajian khusus tentang risiko dampak lingkungan yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem di tahun 2026.
Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Riau, setidaknya untuk menekan potensi meningkatnya risiko Karhutla, yakni dengan memperkuat peran masyarakat desa.
Rapat koordinasi dengan seluruh kepala desa di Riau akan digelar pada 7 Mei mendatang.
“Ini salah satu upaya untuk persiapan. Kita akan menghadapi el nino. Kita harus siapkan semuanya dari sekarang,” kata Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di Pekanbaru, Rabu, 29 April 2026.
Dalam pertemuan itu, para kelapa desa akan diberikan pemahaman teknis, terutama soal pencegahan hingga penanggulangan Karhutla untuk daerahnya masing-masing.
“Fokus utamanya adalah memperkuat pencegahan dini Karhutla di desa-desa,” sebutnya.
Upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di Riau, perlu melibatkan berbagai pihak, dan lintas koordinasi.
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Riau M Firdaus, masyarakat yang berada di desa akan bersentuhan langsung dengan persoalan ini.
Ketika kasus Karhutla terjadi, bukan hanya soal masyarakat akan dihadapkan langsung dengan berbagai potensi risiko, baik itu risiko hukum, kesehatan, pendidikan, hingga perekonomian yang terganggu.
Firdaus menyebut, Rakor ini penting. El nino sudah diprediksi. Cuaca di Riau sudah sangat panas, dan akan terjadi musim kemarau panjang. Oleh sebab itu, perlu kesiapsiagaan yang terstruktur dan terukur secara berkelanjutan.
“Rakor ini tentu saja untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di desa-desa,” ungkapnya.[]









