• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kenaikan Suhu Memicu Banjir Bandang, Studi Ungkap Risiko Ekstrem

Reni by Reni
20 Juni 2026
Riau Segera Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi, Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor di Riau

Bencana banjir dan air bah | Foto: Ilustrasi / BPBD Babel.

160
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Sebuah studi komprehensif dari Universitas East Anglia menemukan bahwa kenaikan suhu global dapat memicu banjir bandang melalui peristiwa perubahan iklim mendadak yang ekstrem.

Dikutip dari The Guardian, Sabtu, 20 Juni 2026, penelitian yang menganalisis 698 daerah aliran sungai di Inggris ini mengungkapkan, pendekatan tradisional untuk perencanaan banjir dan kekeringan kini tidak lagi memadai menghadapi tantangan iklim modern.

Dr. Yi He, peneliti utama dari Universitas East Anglia, menjelaskan bahwa atmosfer yang lebih hangat menampung lebih banyak uap air sehingga mengintensifkan curah hujan ekstrem. “Seiring meningkatnya pemanasan global, pendekatan tradisional untuk perencanaan banjir dan kekeringan mungkin tidak lagi cukup,” ujar Dr. He.

Fenomena yang disebut hydroclimatic whiplash ini menciptakan transisi cepat antara hujan deras dan musim kering panjang tanpa peringatan. Ketika tanah yang kering dan keras menerima curah hujan deras, air tidak mampu meresap dan justru mengalir cepat di permukaan, menciptakan banjir lokal dengan risiko tinggi.

Perubahan mendadak dari kondisi basah ke kering juga menimbulkan risiko lain yang serius terhadap perencanaan penanganan kekeringan. Kondisi basah sebelumnya dapat menciptakan rasa aman palsu sebelum terjadi perubahan cepat menuju periode kering yang berkepanjangan.

Dalam simulasi dengan skenario pemanasan 2°C dan 4°C, frekuensi kejadian perubahan iklim mendadak diproyeksikan meningkat signifikan di seluruh wilayah Inggris. Beberapa daerah aliran sungai menunjukkan peningkatan dari rata-rata empat kejadian per 30 tahun menjadi sembilan kejadian dalam skenario pemanasan 4°C.

Peningkatan risiko terbesar untuk peristiwa perubahan cepat kering-ke-basah akan terjadi di Wales selatan, Irlandia Utara, serta Inggris utara dan barat. Wilayah-wilayah ini akan membutuhkan perencanaan adaptasi yang lebih agresif dan infrastruktur pertahanan banjir yang lebih tangguh.

Studi yang diterbitkan di Earth’s Future ini menekankan perlunya rencana adaptasi yang disesuaikan untuk setiap wilayah dengan fokus pada manajemen risiko banjir yang terintegrasi. Dr. He menyarankan bahwa perencanaan masa depan harus mempertimbangkan “serangkaian kejadian ekstrem, bukan hanya satu kejadian” untuk mengantisipasi volatilitas iklim yang semakin tinggi.

Para peneliti merekomendasikan peningkatan kapasitas penyimpanan air selama periode hujan sebagai bagian dari strategi adaptasi jangka panjang. Pendekatan komprehensif ini dianggap krusial untuk melindungi populasi dari risiko banjir dan kekeringan yang semakin tidak terduga akibat perubahan iklim.

Tags: lingkunganperubahan iklim
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Reni

Reni

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius Tertinggi Sepanjang Sejarah
Internasional

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius-Tertinggi Sepanjang Sejarah

...

Read moreDetails
WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Next Post
KLH/BPLH Apresiasi Praktik Pengelolaan Gambut dan Water Sharing di Riau sebagai Model Pencegahan Karhutla Berkelanjutan

KLH/BPLH Apresiasi Praktik Pengelolaan Gambut dan Water Sharing di Riau sebagai Model Pencegahan Karhutla Berkelanjutan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.