BERTUAHPOS.COM — Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, masih belum sepenuhnya padam. Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera terus berjibaku di 2 lokasi berbeda dengan dukungan personel gabungan dan bantuan pemadaman dari udara.
Menurut Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, perkembangan terkini dari lokasi pertama di Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, sudah dilakukan beberapa hari.
“Kondisi api memang belum padam seluruhnya, tetapi perimeter kebakaran sudah berhasil temu gelang,” ujarnya, Senin, 29 Juni 2026.
Estimasi luas lahan terdampak di titik tersebut sekitar 5 hektare. Asap masih mengepul di bagian tengah lokasi karena tim masih menghabiskan sisa bahan bakaran yang tersisa.
Operasi pemadaman juga menyasar titik kedua yang berada di Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat. Penanganan di lokasi ini baru memasuki hari pertama pada Minggu, 28 Juni 2026, dengan estimasi luas area terbakar mencapai 3 hektare.
Dalam operasi gabungan ini, Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat tidak bekerja sendirian. Personel TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta regu pemadam kebakaran perusahaan turut dikerahkan ke kedua lokasi.
Upaya pemadaman dari udara dilakukan melalui operasi water bombing menggunakan dua unit helikopter. Namun, Ferdian mengakui kondisi cuaca menjadi tantangan terbesar selama operasi berlangsung.
“Kendala utama di lapangan adalah angin yang cukup kencang sehingga api cepat menyebar. Selain itu, asap yang tebal juga sempat menyulitkan personel dalam melakukan pemadaman,” ujarnya menjelaskan situasi di lapangan.
Seluruh personel dijadwalkan kembali melanjutkan operasi pada Senin 29 Juni 2026. Targetnya, seluruh titik api benar-benar padam dan dipastikan tidak lagi berpotensi menyala.
Ferdian mengingatkan tingkat kerawanan karhutla di Inhu diprediksi meningkat pada awal Juli mendatang.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan api. Pencegahan jauh lebih penting daripada pemadaman,” katanya.









