• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Investigasi Auriga Nusantara dan Earthsight Ungkap Deforestasi Kalimantan untuk Pasar Eropa

Investigasi Auriga Nusantara ungkap kayu hasil deforestasi Kalimantan masuk pasar Eropa, ancam habitat orang utan dan iklim global.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
23 Oktober 2025
Investigasi Auriga Nusantara dan Earthsight Ungkap Deforestasi Kalimantan untuk Pasar Eropa

Investigasi Auriga Nusantara dan Earthsight Ungkap Deforestasi Kalimantan untuk Pasar Eropa

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS  – Dua organisasi lingkungan hidup, Auriga Nusantara dan Earthsight, merilis laporan investigasi bertajuk “Risky Business” atau “Tercemar Deforestasi” yang mengungkap ancaman serius terhadap habitat orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Laporan itu menyoroti praktik pembabatan hutan alam untuk memenuhi permintaan pasar kayu keras di Eropa.

Dalam laporan tersebut, kedua lembaga menampilkan bukti visual kehancuran hutan Kalimantan—termasuk lokasi sarang orang utan yang diratakan oleh buldoser. Investigasi lapangan dilakukan dengan menganalisis sekitar 10.000 dokumen Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri (RPBBI) yang dikelola Kementerian Kehutanan, serta menemukan 65 industri yang menerima pasokan kayu hasil deforestasi, terutama di Kalimantan.

Auriga Nusantara dan Earthsight menyebut, ini adalah analisis pertama yang menautkan data RPBBI dengan praktik deforestasi secara komprehensif. Dari hasil penggabungan data ekspor kayu Indonesia ke Eropa, terungkap bahwa lima perusahaan terbesar pengguna kayu deforestasi tahun 2024 seluruhnya menjual produknya ke pasar Eropa.

Ketua Auriga Nusantara, Timer Manurung, menjelaskan timnya telah menelusuri empat konsesi pembabat hutan alam di Kalimantan Tengah. Ribuan hektare hutan yang dulunya menjadi pusat sarang orang utan kini berubah menjadi lahan terbuka. Warga sekitar pun kehilangan sumber pangan dan penghasilan, bahkan terlibat bentrok dengan aparat akibat kerusakan lingkungan tersebut.

Dari sisi kebijakan global, Uni Eropa tengah menghadapi tantangan dalam penerapan EU Deforestation Regulation (EUDR), aturan yang bertujuan melarang impor kayu hasil deforestasi. Penundaan regulasi ini dikhawatirkan membuat produk kayu ilegal lebih mudah masuk ke pasar Eropa, memperburuk kerusakan hutan tropis.

Aron White, Ketua Tim Earthsight untuk Asia Tenggara, menegaskan bahwa hasil investigasi ini menunjukkan dana Eropa turut berperan dalam penghancuran habitat orang utan. Ia mendesak penerapan segera EUDR agar perusahaan Eropa tidak lagi berlindung di balik klaim “berkelanjutan” yang menyesatkan.

Sementara itu, Hilman Afif, Juru Kampanye Auriga Nusantara, menilai deforestasi di Kalimantan bukan hanya tragedi bagi Indonesia, melainkan juga ancaman global. Ia menekankan bahwa hilangnya hutan gambut—penyimpan karbon alami—akan memperburuk krisis iklim dan mempercepat kepunahan satwa liar.

Menurut laporan yang sama, deforestasi di Pulau Kalimantan sepanjang 2024 mencapai 129.000 hektare, setara luas kota Roma. Akibatnya, emisi karbon Indonesia tahun lalu, terutama dari sektor kehutanan Kalimantan, disebut lebih besar dibandingkan total emisi negara Belanda.***

Sumber
Tags: deforestasilingkungan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan
Berita Pilihan

Ini Penjelasan Ahli Mengapa Karhutla di Lahan Gambut Sulit Dipadamkan

...

Read moreDetails
Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Warga Dihimbau Tidak Terbangkan Drone Saat Heli Kopter Waterbombing Beroperasi

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Polusi Akibat Karhutla Riau, Status Udara di Pekanbaru Berbahaya

Next Post
Optimalisasi Gas Bumi untuk Kebutuhan Energi Masyarakat yang Ramah Lingkungan — Setahun Mendukung Visi Prabowo - Gibran

Optimalisasi Gas Bumi untuk Kebutuhan Energi Masyarakat yang Ramah Lingkungan — Setahun Mendukung Visi Prabowo - Gibran

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.