BERTUAHPOS.COM — Pemerintah Provinsi Riau mengintensifkan langkah koordinasi untuk mempercepat pemulihan fungsi ekologi di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melalui pertemuan strategis di Jakarta. Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menemui Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni guna menuntaskan masalah okupasi lahan yang telah berlangsung lama.
Agenda utama diskusi ini mencakup progres penertiban kawasan, pengembangan nilai ekonomi karbon, hingga pembangunan infrastruktur jalan lintas Dumai-Sinaboi. “Ada tiga hal yang dibahas dalam pertemuan dengan Pak Menhut dan jajaran, termasuk laporan progres TNTN,” kata SF Hariyanto dalam keterangannya, Selasa, 21 April 2026.
Dia menyebut, pemerintah daerah tengah berupaya mencarikan lahan pengganti bagi warga yang bersedia keluar dari zona inti konservasi demi menjaga kelestarian alam. Langkah ini menjadi krusial mengingat banyak masyarakat telah menyerahkan lahan mereka kembali kepada negara secara sukarela.
Kementerian Kehutanan segera merespons kebutuhan tersebut dengan merancang rapat koordinasi tingkat nasional melibatkan berbagai instansi penegak hukum dan kedaulatan. “Kami mengingatkan terkait kekurangan lahan pengganti bagi masyarakat yang akan direlokasi dari TNTN,” ujarnya.
Institusi seperti Kejaksaan Agung dan Kementerian Pertahanan akan dilibatkan dalam perumusan kebijakan penyediaan tanah alternatif bagi warga terdampak. “Untuk mencari solusi terkait lahan pengganti tersebut, Pak Menhut akan melakukan rapat bersama dengan kementerian dan lembaga terkait,” ujar SF Hariyanto.
Pemprov Riau juga mengajukan usulan komprehensif kepada pusat agar proses perpindahan penduduk berjalan selaras dengan program perlindungan lingkungan hidup. Partisipasi aktif publik dalam menjaga batas hutan menjadi kunci keberhasilan pemulihan ekosistem di taman nasional tersebut.
SF Hariyanto mengapresiasi tinggi para pekebun yang menyerahkan sertifikat tanah mereka sebagai bentuk dukungan nyata terhadap agenda penghijauan kembali. Upaya sinkronisasi data dan lapangan terus bergulir agar kawasan TNTN kembali menjadi paru-paru hijau bagi generasi mendatang di Bumi Lancang Kuning.
Keberhasilan program karbon di lokasi ini diprediksi mampu mendongkrak kesejahteraan ekonomi daerah tanpa harus merusak tegakan pohon yang tersisa. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah memastikan bahwa perlindungan TNTN tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan berkelanjutan.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah banyak menyerahkan sertifikat untuk relokasi,” katanya.***









